Hello TemenAip! Apa Kabar? Kalau Aku lagi deg-degan banget pas nulis ini.

Ngomongin liburan ke Bali, Pura Uluwatu hampir selalu ada di daftar teratas itinerary siapa pun. Ekspektasiku ke sana? Tentu saja menikmati angin laut, menonton siluet pura yang cantik, dan menunggu sunset magis sambil menikmati Tari Kecak. Tapi realitanya? Aku malah mengalami adegan action sekaligus sport jantung yang bikin umur rasanya berkurang lima tahun. Yap, buat kalian yang mungkin sempat baca thread-ku yang viral, inilah cerita lengkap di balik tragedi iPhone kesayanganku yang dijambret monyet!
Padahal sumpah, aku tuh udah merasa waspada banget dari awal masuk gerbang. Aku tahu reputasi monyet-monyet di sini memang terkenal usil. Tapi namanya juga apes, tiba-tiba saja ada satu monyet—ukurannya lumayan besar, tenaganya kuat banget, dan pergerakannya super kilat—langsung merampas iPhone yang lagi aku pegang santai. Saking cepatnya, aku cuma bisa melongo. Kaget banget, akutuh! Jantung rasanya langsung copot ke lantai.
Gimana nggak panik? Di dalam HP itu banyak banget urusan dan data kerjaan! Kalau cuma HP-nya yang hilang, mungkin aku masih bisa nangis di pojokan sambil nabung lagi. Tapi kalau data kerjaan hilang atau file-nya rusak, urusannya bisa panjang sama bos dan klien. Gawat banget pokoknya!

Si monyet dengan santainya langsung membawa iPhone-ku menjauh. Untungnya, dia nggak lari sampai ke ujung tebing, jadi posisinya masih bisa kulihat jelas. Selidik punya selidik, ternyata si “preman berbulu” ini tertarik banget sama casing HP-ku yang warnanya oranye terang. Di matanya, casing itu mungkin kelihatan seperti mangga matang atau buah eksotis yang lezat.
Waktu coba kumarahin dari jauh, eh dianya malah ngambek! Sadar kalau aku nggak akan menang adu argumen sama primata, akhirnya aku memanggil ibu-ibu pawang yang memang berjaga di area sana. Di sinilah proses negosiasi lintas spesies yang super alot dan menegangkan dimulai. Ibu pawang mencoba membarter HP-ku dengan kacang, tapi si monyet menolak mentah-mentah. Diganti dengan buah yang lain? Tetap nggak bergeming.
Yang bikin aku makin mau pingsan, dia malah mulai membuka casing HP dan menggigit-gigitnya dengan gemas! Sementara itu, iPhone-ku dipegang dengan santai di tangannya yang satu lagi, nyaris aja jatuh tergelincir. Akhirnya, keajaiban datang lewat sebatang pisang. Begitu disodori pisang andalan, barulah iPhone-ku dilepas. Langsung buru-buru kuambil! Rasa terima kasihku ke Ibu Pawang udah nggak bisa diungkapkan dengan kata-kata, dan langsung saja kuberi tips yang lumayan. Selamatlah nyawa dan karierku hari itu!
Walaupun sempat bikin jantungan parah, aku tetap harus mengakui secara jujur kalau Pura Uluwatu itu cantiknya kebangetan dan sama sekali nggak bikin menyesal datang ke sana. Buat kalian yang belum pernah berkunjung, Pura Luhur Uluwatu ini terletak di Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan. Pura ini sangat sakral karena merupakan salah satu dari enam Pura Sad Kahyangan (pilar spiritual) di Bali.
Secara geografis, lokasinya memang juara. Pura ini berdiri dengan megahnya di atas tebing karang terjal setinggi kurang lebih 70 meter yang menjorok langsung ke Samudra Hindia. Pemandangannya? Spektakuler. Suara deburan ombak besar yang menghantam karang di bawah sana dipadukan dengan hembusan angin laut benar-benar menciptakan suasana yang sakral, megah, sekaligus menenangkan.
Waktu paling sempurna untuk datang ke sini jelas saat sore hari. Sunset di Uluwatu adalah salah satu yang terbaik di seluruh Bali. Gradasi warna langit yang berubah dari jingga keemasan menjadi ungu rasanya seperti lukisan. Apalagi kalau kalian menonton pertunjukan Tari Kecak di amfiteater terbuka tepat saat matahari perlahan tenggelam di cakrawala. Jujur saja, pemandangan dan nuansa magis Tari Kecak itu sempat bikin aku lupa sama trauma dijambret monyet beberapa jam sebelumnya.
Nah, dari pengalaman hororku tadi, aku mau berbagi beberapa tips survival wajib biar kalian nggak perlu ngalamin drama “penyanderaan” barang saat main ke Uluwatu:
- Ganti atau Copot Casing Berwarna Mencolok
Ini lifehack paling penting dari ceritaku! Monyet sangat gampang terpancing dengan barang berwarna terang seperti oranye, merah, atau kuning karena insting mereka menganggapnya sebagai makanan. Kalau casing HP kalian warnanya mencolok, lebih baik copot dulu dan simpan di tas sebelum masuk area pura. - Masukkan Semua “Printilan” ke Dalam Tas
Kacamata hitam di atas kepala, topi, anting besar, atau jepit rambut adalah target empuk. Pastikan semua barang tersebut sudah aman di dalam ransel atau tas selempang yang tertutup rapat. Jangan biarkan ada barang berharga yang menggantung bebas. - Hindari Membawa Makanan atau Minuman
Hukumnya wajib: jangan pernah menenteng botol air mineral, plastik minimarket, apalagi camilan di tangan. Bagi monyet Uluwatu, itu adalah undangan terbuka untuk dirampas. - Jangan Pegang HP Terus-Terusan
Keluarkan HP hanya saat kalian benar-benar mau mengambil foto, dan pegang erat-erat dengan dua tangan. Sangat disarankan pakai strap atau tali gantungan leher. Begitu selesai berfoto, langsung masukkan lagi ke kantong tertutup. - Tetap Tenang dan Jangan Membalas Kasar
Kalau ada monyet yang mendekat, kunci utamanya adalah jangan panik. Jangan berteriak histeris, jangan lari, dan yang paling penting: jangan marahin atau coba mukul mereka! Seperti pengalamanku, dimarahin malah bikin mereka ngambek dan bisa jadi agresif. Jalan saja pelan-pelan menjauh tanpa menatap langsung ke matanya. - Langsung Cari Pawang Kalau Terjadi Sesuatu
Kalau skenario terburuk terjadi dan barangmu beneran diambil, JANGAN nekat merebutnya sendiri. Segera cari petugas atau pawang di sekitar area. Mereka tahu persis cara “bernegosiasi” dengan aman. Dan jangan lupa, siapkan uang kecil untuk memberi tips kepada pawang sebagai tanda terima kasih atas jasanya menyelamatkan barang berharga kalian.
Liburan ke Uluwatu itu ibarat paket komplit: dapat pemandangan alam luar biasa, wisata budaya yang magis, dan sedikit bonus uji nyali. Monyet-monyet itu pada dasarnya adalah bagian dari pesona dan penjaga kawasan tersebut. Selama kita waspada dan tahu aturannya, liburan ke sini pasti aman-aman saja. Semoga pengalamanku jadi pelajaran, dan happy holiday buat kalian semua!

Akh iya, sempat baca utas di threads kang Aip kalau hp dirampas sama monyet. Duh ternyata emang beneran kirain aku tuh bercanda lho. Yaampun, plot twist liburan ke Uluwatu sekali yaaa. Dapat view super indah dan perampasan handphone oleh si monyet.
Nah, life hack atau tips dari kang Aip kudu dicatet sih. Terutama jangan pake casing dengan warna mencolok dan segala perintilan better masuk tas ya. Berguna dan bermanfaat nih tipsnya kang.
aku belum pernah ke Uluwatu,dan sepertinya kalo kesana, nggak berani mengeluarkan barang-barang.
kalau aku di posisi yang hapenya diambil “preman berbulu” dan nggak berhasil diselamatkan, bakalan nangissspoll dan sedih pastinya. apalagi kalau banyak data yang belum dipindah semua
wah untung ada pawang yang bisa membantu mengambil kembali hapenya, ya, mas Aip. Berarti harus diingat nih kalau ada rezeki ke Bali nanti di uluwatu itu banyak monyet jadi harus hati-hati membawa barang
Astagfirullah, yang baca ikut nahan napas. Takut Ipongnya rusak, Monyet itu memang suka tertarik dengan apa-apa yang kita pegang ya, apalagi kalau kita orang asing, rawan jadi sasaran pembegalan mereka.
Astaghfirullahal’adziiimm..
Ya Allaaah.. aku langsung menjeriiitt pas mas Aip bilang dijambret ama preman berbulu..
Huhuhu.. aku pernah liat di depanku persis, seorang cewe yang antingnya ditariikk sama monyet-monyet di Uluwatu inii..
Aku kadang jadi meyakini hal ghaib, saking mereka pinternya yaa..
Bayangankuu.. mereka ini bisa merasakan hormon seseorang itu takut atau engga.. kayak kucing. Semakin ita ngerasa takut, semakin dia ugal-ugalan ngedeketin.
Huhuhu.. Ip ohh Ip..
Alhamdulillah Ip yang baru mah forged unibody aluminium yaah.. jadi giginya si preman teh ga nyampe ke dalemannya. Sungguh ujian hidup, mas Aip… tapi beneraann terimakasiih sudah berbagiii.. ini hal tak terduga yang perlu banget diwaspadai ketika berada di tempat wisata.
Btw, tetep aman gak yaah.. kalo pake strap?
Kang Aiiiipp.. apakah ini pertanda perlu tukar iphone kupi ke Burgundy >..<
Wah pasti deg-degan banget ya ponsel diambil sama monyet. Emang di kawasan Pura Uluwatu banyak sekali monyet. Syukurlah akhirnya bisa kembali.
Waktu saya ke sana dulu untungnya aman. Nggak ada monyet-monyet jahil hehehe…
Tapi sayangnya saya belum pernah lihat sunset di Uluwatu. Saya selalu ke sana siang hari
Wah, baru baca judulnya saja jadi ikut deg deg an
Kukira preman beneran, eh preman berbulu
Emang klo lagi lewat kawasan preman berbulu ini jangan pakai barang barang dengan warna mencolok ya mas
Baca tulisan Kang Aif kali ini rasanya campur baur, nano-nano. Pas baca judulnya agak serem karena ada kata ‘preman’nya, tetapi bikin penasaran karena ada tanda kutipnya. Eh, ternyata preman yang dimaksud itu monyet ternyata. Terus pas bagian Iphone nya diambil paksa monyet jadi ikut deg-degan, tapi pas baca bagian monyetnya dimarahin, tapi malah dia ngambek balik, jadi pengen ketawa dah… kaya yang ditagih utang, ngambeknya suka lebih-lebih, ya.. hehehe
Tapi ini jadi pelajaran banget, ya. Pokoknya kalau ke Uluwatu jangan sampe deh mancing-mancing si monyet buat ngambil sesuatu dari kita. Makanya tips dan trick dari Kang Aif insyaAllah akan sangat berguna banget biar traveling tetap aman dan nyaman di Uluwatu, Bali
Waduh, dari judulnya saja sudah terasa ini bukan cerita jalan-jalan biasa. Kirain preman beneran tapi ternyata preman berbulu
Kadang kita pergi membawa barang yang nilainya lumayan, tapi lupa bahwa yang paling mahal sebenarnya tetap keselamatan diri.
Cerita seperti ini jadi pengingat bahwa saat traveling, kewaspadaan itu sama pentingnya dengan itinerary.
Dan saya rasa bagian paling bikin tegang justru ketika harus memilih antara mempertahankan barang atau menyelamatkan diri. HP bisa dicari lagi, nyawa jelas nggak ada tombol replace-nya. Untung ada pawang, iPhone kangAip bisa balik lagi deh.
Pas baca judulnya, saya kira preman beneran, Kang. Pria besar badannya bertato hehehe. Padahal Si Moni hehehe. Tapi emang kalaunsi Moni ada di tempat wisata, harus waspada. soalnya pasti usil. ada saja barang kita jadi Iincarannya. Apalagi casing Kang Aip warnanya mencolok. Syukurlah iphone-nya bisa kembali dengan selamat ya, kang, dan ini jadi pelajaran juga bagi kita semua. saya sudah ada gambaran kalau mau ke sana.
Pas baca judulnya, saya kira preman beneran, Kang. Pria besar badannya bertato hehehe. Padahal Si Moni hehehe. Tapi emang kalaunsi Moni ada di tempat wisata, harus waspada. soalnya pasti usil. ada saja barang kita jadi Iincarannya. Apalagi casing Kang Aip warnanya mencolok. Syukurlah iphone-nya bisa kembali dengan selamat ya, kang, dan ini jadi pelajaran juga bagi kita semua.
Sumpah, aku ikut deg-degan bacanya karena kebayang betapa paniknya pas data kerjaan terancam hilang. Untung banget ada ibu pawang yang sigap bawa pisang.
Emang ya, monyet di Uluwatu itu maling berkedok satwa lucu. Pengalamannya beneran bikin senam jantung, tapi bersyukur banget semuanya bisa selamat tanpa ada korban jiwa atau file kantor yang melayang.
Mulai sekarang memang harus ekstra waspada sama barang bawaan, terutama casing warna terang kayak gitu. Untung ujung-ujungnya masih bisa menikmati sunset dan Tari Kecak yang magis ya.
Segala sesuatu yang gonjreng memang ga baek ya Kang, mau itu casing hape — kacamata — tas/ransel — baju — lipen — sepatu — topi — payung — atau apa aja dah kegonjrengan nya, karena bakalan mencolok netra siapa saja baik insan berakal maupun primata berbulu.
Aku yang baca ikut deg2an looo mikir dobel gimana nabung lagi buat dapet iphone dan gimana ngurusin segala macam file kerjaan yang ada di hp mana blm di back up lagi ituu super duper bikin panik sie klo aku…
Alhamdulillah nya yaaa bu pawang bisa membantu mengembalikan hp dan yang aku kepikiran untung hp nya gak terus dibuang sama si monyet itu..dobel2 sie ini bersyukurnya menurutku 🙂
Dan bener banget melihat kecak di pura uluwatu waktu sunset itu memang pemandangan yang terbaik tapi sayang, waku kami kesana dapetnya pertunjukkan yang kedua jadi dh malem tapi yaa tetep seneng sie meskipun pemandangannya jadi gelap2an hehe
Monyet itu mungkin juga tahu dari teman-temannya bahwa harga iPhone itu lumayan, jadi dia pikir ini pastinya barang berharga, nih! Saya kira monyet-monyet itu adanya cuma di Hutan Sangeh, ternyata ada juga di pura ini. Namun, yah, Bali tetap memancarkan aura wisata yang kuat meskipun ada kejadian begini, tapi tidak akan bikin orang kapok datang ke Bali selama duitnya masih ada, haha.
Hahaha maaf mas ngakak, jangan deh yaaa, berargumen sama makhluk primata, otaknya nggak nyampek walau kita jelasin =))
Ikut deg2an pas ipunnya dicolong dan dibawa hampir ke tebing. Ngebayangin kalau ternyata dia nyadar kalau kecele itu bukan mangga langsung dibuang T.T.
Alhamdulillah ya ada pertolongan ibu pawang.
BTW aku sekarang kalau pakai HP aku kasi tali jadi aku taliin ke pergelangan tangan. Eh, tapi jadi mbayangin mas Aip tarik2an HP ma nyemot =))
Iya siiihh sebaiknya sesekali aja keluarin HP-nya saat liburan gitu yaa, banyakin melihat pakai mata kita, mindfull gitu kalau kata anak2 genzet hehehehe 😀
Mas, aku yang baca ikut deg2an . Gilaaaaa sih kalau sampai tuh hp jatuh, rusak atau kelempar ke laut .memang monyet2 di sana itu terkenal banget suka ambil barang turis yaaaa. Kebayang jantung ga aman kalau data2nya rusak dan ilang.
Tapi jadi tahu ada pawangnya juga di sana. At least adalah yang lebih mengerti mereka yaaaa.
Tips nya oke banget. Pengingat juga buatku kalau ke tempat yang banyak monyet jangan sampai pegang sesuatu yang mencolok. Bisa jadi dikira makanan untuk mereka rampas yaa