Panci, Ketel, wajan dan alat rumah tangga lain amat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari setiap rumah tangga. Bagaimana tidak, Kita semua memasak aneka masakan di rumah menggunakan peralatan makan tersebut. Begitupula dengan spare part mobil, banyak sekali digunakan orang. Penasaran gak sih, barang-barang tersebut dibuat dimana?

Di Yogyakarta ada sebuah UMKM Manufaktur yang berkembang dengan sukses menjadi produsen berbagai alat rumah tangga yang kemudian berkembang memproduksi berbagai produk logam untuk peralatan kesehatan sampai spare part mobil dengan standar internasional! Kisahnya amat menginspirasi karena dengan mental yang kuat, kreativitas dan juga semangat berkolaborasi dan binaan dari Yayasan Astra YDBA, banyak prestasi yang diraih dan juga rintangan yang dihadapi, mulai dari sampai tuduhan impor ilegal dan bisa bertahan sampai dengan generasi ketiga dan membawa manfaat bagi banyak orang di sekitar. Inilah kisah

CV C Maxi Alloy Cast

Produksi CV C Maxi Alloy Cast

Memulai Dengan Sederhana


Memulai usaha dengan memproduksi wajan dan ketel juga panci dengan sederhana, orang tua Bapak Bambang Cahyono sebagai generasi pertama awalnya berbisnis untuk berjualan peralatan rumah tangga untuk area sekitar memenuhi permintaan. Pegawai baru sedikit dan peralatan yang digunakan juga pemasaran masih tradisional.

Seiring dengan berjalannya waktu, produksi mereka makin besar seiring dengan permintaan masyarakat walaupun skalanya masih kecil. Pak Bambang pun sempat mendapat julukan Bambang Ketel sesuai dengan produk yang dibuatnya.

Proses produksi CV C Maxi Alloy Cast

Ekspansi Produk, Merubah Nasib

Pada tahun 2007 muncul pemikiran Pak Bambang untuk memperbesar produksi dengan menambah jenis produk yang akan dijual.

Produk yang selama ini dibuat seperti wajan, ketel, itu dinilai lambat untuk perkembangan bisnis. Selain itu ia merasa pesaing banyak dan sudah saatnya produknya harus mengikuti perkembangan zaman.

Akhirnya mereka melakukan strategi baru, membuat berbagai produk yang berbeda dari sebelumnya. CV C Maxi Alloy Cast mulai memproduksi memproduksi velg dan part standar.


Untuk menghasilkan varian produk dengan spesifikasi meterial yang bervariasi, CV C-Maxi Alloy Cast ini bekerjasama dengan Fakultas Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada dan Universitas Negeri Yogyakarta.

Dari kolaborasi ini CV C-MAXI Alloycast membuat produk aluminium casting untuk berbagai kebutuhan industri seperti agroindustri, elektrikal, dan kesehatan.


Kemudian pada tahun 2018, CV C-MAXI Alloycast berinisiasi untuk masuk ke supply chain OEM Parts, tetapi mengalami kendala dan hambatan dari segi sumber daya, budaya, dan permesinan.
Setelah melakukan berbagai upaya untuk dapat sesuai menyesuaikan produk dengan standar manufaktur yang baik

Presisi adalah kata kunci dalam produksi terbaik. Karena harus sesuai dengan permintaan klien. Mereka selalu berusaha meningkatkan kualitas produksi, dengan mendengarkan pendapat konsumen, riset dan disain dan juga membeli aneka macam mesin yang akan membantu membuat produk yang presisi, sesuai dengan permintaan.

Sebuah pengalaman lucu ketika Pak Bambang bercerita sempat segan dengan salah satu klien yang suka mendiamkan beliau ketika pesanan tidak sesuai dengan orderan. Tapi keadaan itu memicu beliau dengan teamnya untuk memproduksi lebih presisi sesuai dengan kebutuhan klien.

Sebuah cerita seru lainnya adalah Pak Bambang sempat dicurigai sebagai importir ilegal karena salah satu velg buatannya dinilai terlalu bagus di pasaran, karena tidak ada benchmark untuk produk tersebut. Padahal itu adalah produksi dari C Maxi Alloy Cast sendiri.

Kini C Maxi Alloy Cast dapat membuat berbagai produk sesuai dengan keinginan konsumen dengan paduan bahan terstandar dengan proses quality control yang ketat dan telah tersertifikasi ISO 9001:2015.

Masih Produksi Panci & Ketel

Walaupun sudah merambah produksi berbagai barang lain, tapi mereka masih memproduksi panci,ketel, wajan sebagai produk awal. Berjalan seiringan dengan produksi pesanan lain. Walaupun begitu kualitas produk otomatis semakin meningkat seiring dengan perbaikan dan proses riset dan desain yang lebih baik. Putra Pak Bambang sebagai generasi ketiga usaha ini menjelaskan kalau produk mereka sekarang dijual secara nasional. Dikirim ke seluruh Indonesia terutama di Pulau Sumatera, Jawa & Kalimantan. Terasa ada semangat dan kebanggaan dalam penjelasannya. Bagaimana tidak, dia meneruskan warisan yang dikerjakan oleh Kakeknya dulu. Dan dialah masa depan usaha ini.

Tahan Banting

Pak Bambang Cahyono


Satu yang menarik bagi Saya adalah Mental Tahan Banting jadi modal utama Pak Bambang. Punya UMKM itu banyak tantangan. Banyak sekali masalah muncul seiring dengan berjalannya produksi, seperti masalah bahan baku, teknis pengiriman, listrik, SDM, zona industri, dan banyak permasalahan.

Masalah mental ini adalah salah satu concern dari Yayasan Astra YDBA, dimana pemilik/pemimpin UMKM harus memiliki mental kuat supaya bisa memimpin bisnisnya dengan kuat, tahan banting dalam segala situasi dan tidak gampang menyerah. Ada training khusus yang dilakukan Yayasan Astra YDBA soal ini bagi para pemilik UMKM. Karena apabila pemiliknya bermental kuat, UMKM pun akan lebih kuat dalam menjalani.

Menyerap Banyak Tenaga Kerja

Karena produksi yang meningkat, otomatis dibutuhkan tenaga kerja yang terampil. C Maxi Alloy Cast memiliki  160 karyawan yang bekerja di berbagai divisi produksi. Selain itu ada beberapa SMK yang menitipkan siswanya untuk menimba ilmu dan praktek disana. Sekiranya ada 50-60 siswa yang bergabung di sana untuk belajar praktek.

Hal ini tentunya membawa banyak berkah. Tidak hanya berkah rejeki, tapi juga berkah ilmu pengetahuan yang dibagikan dalam bentuk bimbingan dan pelatihan.

Kolaborasi Untuk Produksi Lebih Baik

Ketika Saya mengunjungi workshop C Maxi Alloy di Jalan Guno Mrico Mrican, Giwangan, Umbulharjo, muncul rasa kagum dimana salah satunya adalah diberlakukannya sistem 5R (Ringkas,Rapi,Resik,Rawat, Rajin).


Karena sudah menerapkan 5R otomatis semua sudah tertata dengan baik sehingga saya bisa melihat alur pekerjaan, penyimpanan barang dan juga Tata Laksana SOP yang baik yang dilakukan sehari-hari.

Ini adalah salah satu hasil Kolaborasi kuat dengan Yayasan Astra YDBA yang berperan sebagai Ayah Angkat. Selain menuntun, juga memberikan berbagai pelatihan penting bagi usaha ini.

Satu hal yang ditawarkan langsung oleh Yayasan Astra adalah meet up dengan konsumen potensial dalam berbagai acara yang diadakan khusus untuk mendorong para UMKM untuk langsung bertemu dengan pasar.

Sempat juga berjumpa dengan konsumen dari UMKM ini mereka berasal dari perusahaan yang membuat spare part mobil yang merasakan puas dengan kinerja dan juga produksi selama ini dan berencana memesan produk baru lainnya di sini.

Berprestasi

Memenangkan Yayasan Astra YDBA Award 2017

Pada tahun 2017 berhasil Memenangkan Yayasan Astra YDBA Award 2017 di kategori UKM Mandiri Manufaktur Terbaik. Ini adalah sebuah pencapaian luar biasa. Karena mencapai UKM level mandiri saja sudah hebat. Ada banyak proses dan tahapan sebelum mencapai level Mandiri. Dan muncul sebagai Juara UKM Mandiri Manufaktur adalah sebuah prestasi yang membanggakan.

Selain itu C MAXI Alloycast berhasil menjadi Tier 2 dari PT Isuzu Astra Motor Indonesia dengan produk Header Intercooler. Sebuah pencapaian luar biasa mengubah bahan material dari yang sebelumnya impor menjadi produk dalam negeri. Tidak mudah untuk memproduksi sesuai dengan standar internasional. Tapi dengan kerja keras dan kolaborasi banyak pihak. Ini bisa tercapai.

Yayasan Astra YDBA

Yayasan Astra YDBA memilih untuk membantu para UMKM yang bergerak di bidang manufaktur karena alasan yang tepat. Selain mengembangkan bisnis, usaha ini akan menghidupi banyak orang yang mendapatkan pekerjaan, begitu pula dengan keluarga pegawai.
Selain menyediakan lebih banyak tenaga kerja, kesuksesan i juga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat, karena banyak pihak terkait dalam prosesnya.


Sesuai dengan visi pendiri Astra Bapak William Soeryadjaya yang menginginkan Astra menjadi Pohon Rindang yang tidak hanya menaungi konsumen tapi juga masyarakat Indonesia.


Yayasan Astra YDBA adalah salah satu jalan untuk mewadahi maksud baik ini. Merupakan wujud nyata Corporate Social Responsibility (CSR) PT Astra International Tbk yang didirikan oleh founder Astra, Bapak William Soeryadjaya pada 2 Mei 1980


Ini adalah perwujudan cita-cita Astra “Sejahtera Bersama Bangsa” serta sebagai bentuk komitmen Astra untuk berperan serta secara aktif dalam membangun bangsa, sejalan dengan butir pertama filosofi Astra, Catur Dharma, yaitu ”Menjadi Milik yang bermanfaat bagi Bangsa dan Negara”



Dalam Astra Strategic Triple Roadmap, Yayasan Astra YDBA merupakan bagian dari salah satu Public Contribution Astra, yaitu Astra Kreatif, yang berfokus pada program kewirausahaan.

Yayasan Astra YDBA memberikan program pelatihan, pendampingan, fasilitasi pemasaran, dan fasilitasi pembiayaan untuk mendorong UMKM menuju kemandirian.

Kini ada 13082 UMKM yang dibina oleh YDBA dan menyerap 74146 tenaga kerja.

Saat ini ada kesempatan bergabung dengan YDBA, tidak hanya UMKM yang perlu pembinaan, tapi ada juga kesempatan bagi Perusahaan Swasta yang mau ikut berperan serta menjadi Ayah Angkat.

Kisah CV C Maxi Alloy Cast ini adalah inspirasi para UMKM supaya bisa berkembang, maju dan terus meningkatkan kualitas dan dengan bergandeng tangan dengan Yayasan Astra YDBA bisa menjadi jalan menuju kesuksesan yang memberikan manfaat bagi usaha itu sendiri dan juga lingkungan di sekitarnya.


18 comments

  1. Inilah salah satu bentuk kepedulian CSR Astra kepada pelaku UMKM. Memberikan penghargaan tentu tidak semudah membagikan kacang goreng, ada proses yang tidak mudah seperti proses bertumbuhnya usaha Pak Bambang yang tahan banting dalam membangun usahanya. Keren banget deh.

  2. keren bangeeeettt! ini nih contoh umkm yang bisa berkembang dan ketemu dengan investor yang tepat. semoga makin banyak umkm yang bisa naik kelas. supaya bisa menyerap tenaga kerja lebih banyak

  3. Widiiii inspiring bangetttt
    YDBA memang ngga pernah gagal memberikan aneka peluang bagi sosok yg sangat kereeennn dan bisa menularkan semangat kebaikan untuk kita semua ✌️
    mantab betuuullll

  4. Salut Pak Bambang, buah kesabaran dan uletnya mampu berkembang sampai seperti ini.
    Program CSRnya Astra ini sudah banyak membantu perseorangan, kelompok hingga desa untuk berkembang
    Semoga UMKMnya semakin berkembang ya Pak Bambang

  5. Makin paham kalau suksesnya pengusaha kawakan maupun perintis hal utama yang diperlukan memang mental kuat dan kemauan untuk terus mengikuti perkembangan jaman. Angkat topi untuk Pak Bambang. Sebagai ibu ibu yang doyan masak pakai wok dan pan pasti auto mupeng lihat ini >.

  6. Makin paham kalau suksesnya pengusaha kawakan maupun perintis hal utama yang diperlukan memang mental kuat dan kemauan untuk terus mengikuti perkembangan jaman. Angkat topi untuk Pak Bambang. Sebagai ibu ibu yang doyan masak pakai wok dan pan pasti auto mupeng lihat ini >.

  7. Wah… namanya samaan nih. Tapi ini julukannya Bambang ketel hahaha.
    Dan ini kisahnya sangat inspiratif ya, Kang. Dari hanya memproduksi panci, wajan, ketel merambahmemproduksi velg yang berkualitas bagus. Ini dampaknya bisa meyerap banyak tenaga kerja juga. teruskeren sekali SCR Astra yang terus mendukung dan membantu UMKM Indonesia.

  8. Awalnya dari usaha yang kecil kecil produksi peralatan rumah tangga yaa.. lama kelamaan makin banyak dan besar permintaannya ke CV C Maxi Alloy Cast. Ini keren dan menginspirasi sekali..
    Aku yakin dulu modalnya juga gak langsung besar yaa.. dan seiring dengan kepuasan dan kepercayaan klien, maka semakin canggih dan semakin berkembang.

    Salut juga sama Yayasan Astra YDBA yang terus memberikan support positif kepada UMKM Indonesia agar terus bersaing di kancah perdagangan dalam maupun luar negeri.

  9. Salut banget sama kiprah pak Bambang selaku pemilik CV C Maxi Alloy Cast. Mampu berinovasi dan tidak stuck di satu bidang. Tentu sebuah tantangan yang luar biasa ya, syukurlah pak Bambang dan karyawannya bisa melalui semua tahapan dan mereka menjadi salah satu UMKM level up. Nggak kalah menariknya Yayasan Astra YDBA selalu hadir dan mengetahui mana UMKM yang patut di support secara maksimal.

    Semoga saja semakin banyak UMKM yang inovatif dan keluar dari zona nyaman, berinovasi sehingga bisa membuka lapangan pekerjaan lebih banyak lagi ya.

    Kita sadar betul peranan UMKM saat ini cukup vital dan dapat diandalkan untuk menjaga stabilitas ekonomi.

  10. Sampai urusan velg pun dianggap ilegal alias curian cuma gara² terlalu keren. Hemm, ini sebenarnya membuktikan bahwa negeri kita ini punya bakat² luar biasa, hanya saja dukungannya saja yang kurang. Bersyukur ada YDBA Astra yang melihat potensi tersebut, sehingga Pak Bambang bisa semakin berdaya dan optimis untuk mengembangkan usahanya.

  11. Kisah yang sangat menginspirasi. Salut dengan perjalanan CV C Maxi Alloy Cast yang bisa berkembang dari produksi panci dan ketel sederhana sampai jadi produsen spare part mobil berstandar internasional. Bagian ketika Pak Bambang dijuluki “Bambang Ketel” sampai akhirnya dipercaya masuk supply chain otomotif, itu keren sekali.

    Aku juga terkesan dengan semangat tahan banting dan kolaborasi yang kuat bersama YDBA. Nggak hanya sukses sebagai bisnis, tapi juga bisa menyerap banyak tenaga kerja sekaligus jadi tempat belajar anak-anak SMK. Dampaknya terasa luas banget, bukan hanya untuk keluarga pemilik, tapi juga masyarakat sekitar.

    Terima kasih Arief sudah berbagi cerita penuh makna ini. Rasanya jadi semakin yakin kalau UMKM Indonesia punya potensi besar untuk mendunia kalau ada semangat, mental kuat, dan dukungan yang tepat. Mantap banget tulisannya!

  12. Pak Bambang keren. UMKM kalau mau berkembang memang sebaiknya mengikuti perkembangan zaman.

    Yayasan Astra YDBA juga keren karena membantu banyak UMKM untuk lebih maju.

  13. Iniiii baru UMKM yg mau mengikuti zaman. Ga stuck di tempat hanya produksi itu saja, tapi ada pengembangan varian produk . Yg begini nih yg bisa makin maju nantinya.
    Jangan2 panci yg aku punya di rumah produksi mereka juga lagi .
    Dan bagus nya QC mereka udah std ISO ya mas .
    Mental tahan banting ga bisa dipungkiri, wajiiib ada di setiap pengusaha. Kalo dikit2 nyerah, kapan mau berkembangnya.
    Dan astra lagi2 sangat membantu para UMKM yg memang patut dibantu. Semoga saja dengan ada bantuan Astra, juga membuat UMKM semakin besar dan Makin bisa menyerap tenaga kerja

  14. Lagi, Thanks Lord for yayasan ASTRA YDBA kembali memberikan mendukung salah satu UMKM. Semoga makin banyak pihak-pihak yang membutuhkan dapat di jangkaunya.
    Banyak doa baik untuk kegigihan C Maxi Alloy Cast, rasanya tepat sekali dengan sistem 5R (Ringkas,Rapi,Resik,Rawat, Rajin), usahanya makin berkembang. Semoga dengan dukungan dari ASTRA bisnisnya makin meluas dan bisa menjadi wadah banyak orang menjadi tenaga kerja untuk mendapatkan rejeki.

  15. Keren astra punya program pendampingan seperti ini. Semoga makin banyak yang dibantu oleh astra terutama UMKM yang malah dituntut oleh pejabat dengan berbagai dalih padahal mereka inovatif.

  16. CSR Astra memang bekerja sangat maksimal…selalu berusaha mengangkat UMKM agar lebih berdaya guna sehingga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat di sekitarnya..
    Selain itu juga selalu berkontribusi positif dalam setiap kegiatan sosial yang ada di Indonesia..

Tak komentar maka tak sayang. Silakan meninggalkan komentar. Mohon maaf, tidak menerima komentar dengan active link. Terima kasih sudah berkunjung

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.