Hello TemenAip! Apa kabar? Kali ini mau share pengalaman soal traveling bersama Lansia Penyintas Stroke. Nah sebelum sharing soal tips travelling Mari kita bahas dulu hal-hal dibawah ini.

Haruskah Bepergian?

Sebelum bepergian harus dievaluasi dulu apakah memang harus pergi apakah bisa di rumah saja atau memang tidak bisa dihindari harus bepergian seperti ke rumah sakit atau ke tempat terapi.

Kalau sekiranya tidak perlu bepergian ya di rumah saja karena bepergian itu banyak resikonya.

Lihat Kondisi & Situasi

Penyintas Stroke kondisinya macam-macam ada yang badannya lumpuh, ada yang pergerakannya tidak bebas, dan banyak lagi. Oleh karena itu harus kita pastikan dulu kondisi dari orang tua kita apakah kuat dan mampu untuk bepergian apakah sehat dan dinilai juga situasi di mana dan apa saja yang bisa menjadi faktor penentu pergi atau tidaknya.

Selain itu apakah memang diizinkan oleh dokter untuk bepergian dan kita juga harus bisa mengevaluasi kondisi kesehatan secara keseluruhan.

Planning

Menurut saya membawa penyintas stroke itu tidak semudah bepergian biasa tapi memang kita harus bisa merencanakan dan juga mengantisipasi aneka hal yang bisa terjadi jalan titik contohnya kita sudah harus bisa merencanakan moda transportasi apa saja yang akan dipakai apakah pakai kendaraan pribadi atau memakai kendaraan umum karena kesulitannya pasti berbeda-beda.

Kita udah harus bisa membayangkan jalan apa saja yang akan ditempuh, tantangannya apa saja kemudian kendala-kendala yang akan terjadi sepanjang perjalanan misalnya kalau naik kendaraan umum apakah ada akses untuk menggunakan kursi roda atau adakah lift dan eskalator bisa dipakai karena pergerakan Penyintas stroke itu tidak sedinamis orang normal.

Persiapan

Setelah perencanaan dilakukan,semua sudah bisa dibayangkan kita harus punya persiapan yang cukup, pertama kita sudah punya Itinerary atau daftar rincian perjalanan misalnya kalau naik kendaraan umum kita akan naik apa saja ke arah mana dan apabila menggunakan kendaraan pribadi kita harus bisa menyiapkan tempat duduk yang nyaman dan juga aman selama perjalanan. persiapan lainnya adalah kita harus memastikan dalam perjalanan mereka sehat dan juga merasa nyaman.

Kita juga harus membawa semua peralatan dan juga obat-obatan yang dibutuhkan karena pastinya ini menjadi kebutuhan utama. misalnya apakah membutuhkan kursi roda, tongkat dan jangan lupa membawa bantal yang bisa memberikan kenyamanan selama di jalan.

Urusan toilet juga sangat penting jadi kita harus pastikan di perjalanan kita bisa berhenti untuk ke toilet sebentar. Saran saya sebaiknya menggunakan Pampers atau lampin yang mudah dipakai karena ini akan menjadi faktor krusial bagi para penyintas stroke.

Karena dengan memakai Pampers, kebelet bisa ditanggulangi, sementara dalam perjalanan ke toilet

Pendampingan

Orang tua penyintas stroke harus selalu didampingi untuk mengurangi faktor jatuh, kecelakaan dsb. Karena keseimbangan mereka tidak normal sehingga beresiko jatuh. Idealnya ada pendamping yang selalu menemani supaya lebih aman.

Peralatan & Obat-obatan

Jangan lupa untuk membawa semua peralatan yang dibutuhkan, seperti tongkat,kursi roda, kursi lipat ,selimut ,bantal karena pastinya akan berguna nanti.

Begitu pula dengan semua obat-obatan yang biasa diminum jangan sampai ketinggalan. Repot harus mencari lagi nanti karena ketersediaannya tidak semudah obat-obatan biasa

Keamanan & Kenyamanan

Selama perjalanan faktor keamanan dan kenyamanan selalu jadi perhatian. Pastikan selalu posisi duduknya nyaman. Pakai safety belt. Dan perhatikan suhu dalam kendaraan, jangan sampai terlalu panas atau dingin.

Satu lagi yang harus diperhatikan adalah biasanya penyintas stroke lebih cepat lelah dan ingin tidur di perjalanan. Sediakan bantal dan selimut supaya bisa tidur dengan nyaman.

Sebaiknya tidak memutar musik dengan keras, takut mengganggu mereka yang berusaha menikmati perjalanan dengan nyaman.

Jangan duduk terlalu berdesakan, atur orang dan barang serapi mungkin supaya bisa menikmati perjalanan dengan nyaman.

Bawa kendaraan juga jangan terlalu ngebut, harus berhati-hati supaya penumpang tidak kaget.

Berdoa Semoga Selamat & Lancar

Sudah berencana, dilakukan dengan baik, akhirnya Tuhan yang menentukan. Makanya harus selalu berdoa supaya dipermudah dan dilancarkan juga diberikan keselamatan di perjalanan.

Semoga tulisan ini bisa membantu TemenAip yang membawa Lansia dalam perjalanan.

21 comments

  1. Betul pak, bepergian bersama lansia itu perlu persiapan juga, setidaknya beliau nyaman selama perjalanan. Apalagi bagi penyintas stroke, tentunya lebih banyak lagi persiapannya

  2. Mengajak lansia bepergian itu sudah jadi tantangan tersendiri ya
    Apalagi bagi lansia penyitas stroke, tentu banyak yang harus dipersiapkan, agar perjalanan bisa tetap aman dan nyaman

  3. Mertuaku juga penyintas stroke. Kalau diajak kemana-mana pasti peralatannya lumayan banyak karena obat-obatan satu tas sendiri. Kalau naik transportasi umum, kami selalu berharap driver-nya memahami karena kadang rewel dan banyak bicara. Ngedumel gitu. Namun, saya percaya mereka juga butub udara segar makanya diajak jalan sesekali gak mengapa

  4. Aku tapi seneng loo.. meski perjalanan lansia penyintas stroke ini beresiko, tapi dibalik keriweuhan ituu.. ada hati yang bahagiaa.. Karena membayangkan bagaimana kehidupan para lansia ini yang semua serba pantangan.
    Ka Aip punya pengalaman dan in syaa Allah penuh keberkahan.

  5. Emang agak berisiko ya kalau traveling dengan lansia penyintas stroke. Lebih baik nggak naik transportasi umum melainkan pakai kendaraan pribadi. Namun, emang ada kalanya terpaksa pakai transum, kek pakdeku beberapa waktu lalu sempat stroke trus ke Jkt naik kereta. tentu saja diawali dengan cek ke dokter secara menyeluruh, memungkinkan atau tidak kalau bepergian jauh. Terus perlu dipastikan juga misalnya apakah perlu bawa tongkat atau kursi roda jika memang dibutuhkan.
    Kalau naik kendaraan pribadi yang mengantar bisa mempersiapkannya, tetapi misal naik kendaraan umum tentu saja sebaiknya declare ke petugas kalau memerlukan bantuan. Misal kalau naik kereta atau pesawat bilang ke pramugarinya, supaya bisa nyaman selama perjalanan.

  6. Bener ya bepergian dengan lansia, apalagi penyintas stroke itu harus diperhitungkan dan dipersiapkan dulu. Apalagi bepergiannya ini harus atau enggak. Kalau gak perlu perlu amat atau gak ada keharusan, mungkin emang sebaiknya di rumah aja ya mas yang minim resiko.

    Tapi kalau memang harus bepergian, butuh perencanaan dan persiapan yang matang kayak ini. Obat-obatan dan segala perlengkapan yang dibutuhkan haruslah lengkap dan gak boleh kurang satu pun. Makanya memang butuh pendampingan banget yang bisa mengatur dan menyiapkan semuanya juga yaa. Ini jadi tantangan tersendiri sih buat yang mau mengajak orangtuanya (terutama yang lansia dan penyintas stroke) melakukan perjalanan.

  7. Panduan yang sangat bermanfaat sekali kang Aip hatur nuhun. Ku jadi flashback sama almarhum Kakek yang kebetulan kondisinya sempat seperti itu dan jujurly kami sangat-sangat menjaga agar tidak bepergian jauh kecuali keperluan berobat karena benar sangat tricky sekali. Mesti di planning dan dipersiapkan dengan maksimal kalau bawa lansia yang kondisinya stroke.

    Semoga semua keluarga yang merawat lansia dalam kondisi stroke bisa lebih berhati-hati jika terpaksa harus dibawa bepergian.

  8. Memang kalau tidak mendesak sebaiknya tetap di rumah saja. Tapi tips di atas sangat berguna untuk kondisi yang mendesak. Pergi bersama lansia sehat saja harus dipikirkan baik-baik kenyamanannya. Apalagi bersama lansia penyintas stroke, harus lebih eksta lagi. Terima kasih tipsnya…

  9. Karena dulu Bapak saya stroke dan sekarang ibu saya juga gejala stroke, maka saya paham benar bagaimana kondisi orang tua yang mengalami stroke. Jadi kalau bukan hal yang sangat penting sekali, Memang tidak usah mengajak mereka pergi. Itu pun harus naik kendaraan pribadi. Terus jaraknya juga tidak terlalu jauh. Pastinya lihat kondisi kesehatan orang tua juga

  10. Karena dulu Bapak saya stroke dan sekarang ibu saya juga gejala stroke, maka saya paham benar bagaimana kondisi orang tua yang mengalami stroke. Jadi kalau bukan hal yang sangat penting sekali, Memang tidak usah mengajak mereka pergi. Itu pun harus naik kendaraan pribadi. Terus jaraknya juga tidak terlalu jauh.

  11. Lihat kondisi dulu ya dari penyintas, karena pastinya namanya traveling kan bakalan menguras tenaga. Terlebih kalau menurut dokter sebaiknya jangan, ya lebih sih jangan. Kasihan buat penyintas dan pendampingnya.

    Di sini perlunya ketika konsul sama doker, pendampingnya juga ikut mendengarkan ya.

  12. Bepergian dengan lansia yang relatif sehat saja butuh persiapan banyak (dari mental, uang, sampai obat-obatan). Apalagi traveling dengan lansia penyintas stroke, harus lebih hati-hati lagi. Kudu banyak doa dan persiapan, dan harus cari moda transportasi yang sangat nyaman.

  13. Salut nih kang Aip yang masih bisa bawa org stroke utk jalan2. Tentunya hrs hati2 dan bnyk persiapan yg hrs dikerjakan ya kang.

    Bener tuh hrs nyiapin perencanaan kendaraan hingga obat2an yg perlu dibawa. Jgn sampe ntr di jalan malah stroke kumat. Kan malah repot.

    Tentunya membawa lansia berpenyintas stroke ini lbh ke menyenangkan mereka. Siapa tahu dgn liburan sederhana ke luar rumah bikin penyakitnya menjadi berkurang. Asal pikiran nyaman dan tenang, penyakit apapun sbnrnya bs lbh mudah disembuhkan.

  14. Belakangan aku lihat makin banyak orang membawa orang tuanya untuk traveling dan aku kagum dengan mereka, karena sudah pasti butuh super extra persiapannya. Apalagi ditambah dengan penyitas store. Aku sungkem banget.

    Merawat dirumah saja udah PR banget, apalagi jalan. Dan tips yang tertulis ini benar-benar butuh banget di baca dengan sebaik-baiknya. Sesuai banget, apalagi soal pendampingan, itu ga bisa dilewatin. Orang tua suka ada aja soalnya ini itunya yang kadang bikin elus dada kalau meleng dikit.

  15. Sebisa mungkin sih memang jangan yaaa, tapi kalau tidak ada solusi lain dan memang harus bepergian, tips di atas berguna utk membantu jika suatu saat kita bawa lansia yg terkena stroke bepergian.

    Aku pun akan mengusahakan sangat agar mereka nyaman selama perjalanan . Jangan kan kena stroke, kita yg sedang sakit tp terpaksa bepergian aja, suka ngerasa ga enak, ga nyaman. Apalagi yg mobilitas terbatas akibat stroke. Thankyou sharingnya mas aip. Semoga siapapun yang tengah merawat orangtua atau saudara yg terkena stroke, dikasih kemudahan selalu

  16. membawa orang tua apalagi yang punya riwayat stroke memang harus dipersiapkan dengan matang ya, kak. pastinya ada banyak printilan dan obat-obatan yang harus dibawa saat mengajak orang tua yang pernah kena stroke. dan pastinya yang menemani juga harus telaten dalam membersamai lansia ini

  17. Memastikan kondisi lansia (mobilitas, stamina, risiko jatuh), serta apakah dokter mengizinkan bepergian salah satu langkah bijak. Karena perjalanan bukan hanya soal keinginan tapi juga kemampuan.

  18. Membawa orang tua yang nggak ada riwayat stroke saja, aku sudah harus ekstra berhati-hati. Pergerakan mereka nggak akan bisa sesat-set kayak kita. Itu yang kurasakan kalau bepergian bareng mama dan bapakku.
    Aku bisa bayangkan sih bagaimana kalau harus bepergian bersama lansia penyintas stroke. Makanya, aku setuju soal melihat kepentingan bepergiannya dulu.
    Kalau emang bisa diselesaikan di rumah, mending di rumah saja. Orang tua akan lebih nyaman.

  19. Memang kalau bepergian bersama lansia yang mengalami kesulitan bergerak itu terasa seperti sedang mendampingi penumpang VIP. Karena penumpangnya harus dibawakan banyak hal.
    Setiap kali bepergian dengan mereka, saya merasa perlu cosplay sebagai panitia peserta balapan mobil. Harus sediakan waktu beberapa kali untuk berhenti. Fungsinya untuk memeriksa apakah penumpang lansianya baik-baik saja. Apakah mau keluar kendaraan sebentar untuk menghirup hawa segar? Untuk meregangkan kaki sebentar? Untuk ke toilet? Untuk melihat dunia?
    Bagus sekali Aip mau ceritakan pengalamannya bepergian bareng lansia ini, karena nggak semua orang muda tahu caranya. Apalagi lansianya stroke, yang tentunya punya keterbatasan untuk bisa bergerak dengan normal.

Tak komentar maka tak sayang. Silakan meninggalkan komentar. Mohon maaf, tidak menerima komentar dengan active link. Terima kasih sudah berkunjung

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses