Hello TemenAip! Apa Kabar? Siapa sih yang nggak kangen aroma air laut dan suara ombak? Liburan ke pantai itu ibarat tombol reset buat otak Kita yang sudah kepanasan gara-gara kerjaan atau tugas kuliah atau emang lagi lelah aja soal kehidupan di dunia fana ini.

Tapi, biar liburan nggak cuma sekadar pamer foto di IG dan malah ninggalin jejak buruk bagi alam, ada beberapa hal yang perlu kita bahas nih.

Pantai Paal Likupang Sulawesi Utara


Yuk, simak tips santai biar liburan pantai  tetap asyik, estetik, dan pastinya ramah lingkungan!


Yang Harus Dilakukan Biar Liburan Makin Maksimal

Pantai Sanur Bali


Bawa Kit “Anti-Plastik” Sendiri


Daripada beli air mineral botolan terus-terusan, mending bawa tumbler keren dari rumah. Bekal dari rumah juga bisa dipastikan kehigienisannya. Jangan lupa juga bawa tas belanja kain buat taruh baju basah atau belanjaan oleh-oleh.

Pakai Sunblock “Reef-Safe


Tahu nggak sih, bahan kimia di tabir surya biasa bisa bikin terumbu karang stres? Cari yang labelnya reef-safe ya, biar ikan-ikan di sana tetap punya rumah yang sehat.

Riset Lokasi dan Waktu

Tulungagung Jawa Timur


Jangan asal datang. Cek kapan air pasang atau surut, dan cari tahu apakah pantai tersebut punya aturan khusus. Menghormati kearifan lokal itu keren,

Plis, Jangan Jadi Turis “Toxic”

Tanpa terasa kadang Kita suka jadi turis toxic buat lingkungan! Hindari hal-hal ini!

Mentawai Sumatra Barat

Jangan Kasih Makan Ikan
Kedengarannya seru, tapi kasih makan roti atau biskuit ke ikan bisa merusak rantai makanan alami mereka. Biarkan mereka cari makan sendiri supaya ekosistem tetap seimbang.
Yakali Ikan makan biskuit biasanya makan udang atau ikan lain.

Jangan Ambil Apapun Kecuali Foto
Godaan bawa pulang kerang cantik atau pasir putih itu emang gede. Tapi kalau jutaan orang melakukan hal yang sama, pantainya bisa botak! Biarkan kerang itu tetap di tempatnya sebagai bagian dari ekosistem.
Ga usah bawa bintang laut. Jangan jadi penculik Patrick Starr ya.

Jangan Ninggalin Sampah Sekecil Apapun

Puntung rokok atau bungkus permen sekecil kuku pun tetap sampah. Kalau nggak ketemu tempat sampah, kantongin dulu sampai nemu.

Mengapresiasi Pantai Secara Eco-Friendly

Menikmati keindahan pantai bukan cuma soal duduk diam. Cara terbaik mengapresiasi karya Tuhan ini adalah dengan menjaganya. Gimana caranya jadi pahlawan lingkungan sambil liburan?

1. Lakukan “5-Minute Beach Cleanup”
Sambil jalan-jalan sore nunggu *sunset*, coba deh ambil sampah plastik yang kamu temui di sepanjang jalan. Nggak butuh waktu lama, tapi dampaknya besar kalau semua orang melakukan hal yang sama.

Pantai Teluk Youtefa Jayapura Papua



2. Pilih Penginapan yang Peduli Lingkungan
Sekarang sudah banyak *homestay* atau hotel yang meminimalisir penggunaan plastik sekali pakai. Dengan memilih mereka, kita mendukung bisnis yang peduli bumi.


3. Transportasi Hijau
Kalau lokasinya dekat, mending jalan kaki atau sewa sepeda bareng teman-teman. Selain sehat, kamu juga mengurangi emisi karbon di area wisata. Kita bisa naik kereta api yang lebih ramah lingkungan.

Pantai yang bersih adalah investasi buat kita juga. Bayangin kalau 10 tahun lagi kita balik lagi dan lautnya sudah penuh plastik? Pasti nggak seru, kan? Jadi, yuk jadi traveler yang cerdas. Pulang bawa kenangan manis dan foto-foto kece, tapi jangan tinggalkan jejak selain bekas kaki di pasir.

Sumba NTT

18 comments

  1. Baca tulisan ini bener-bener reminder banget buat aku dan keluarga kalau main di pantai. Duh, aku pernah lagi ambil kerang yang di pantai. Kata-kata jangan ambil apapun kecuali foto akan aku inget selalu nih Kang Aip. 🙂

    Oiya, ternyata ada ya sunblock/sunscreen yang reef safe. Coba nanti aklau aku mau liburan ke pantai aku cari biar bisa dibawa buat dipakai sebelum main di pantai. Thank you ya Kang Aip infonya bermanfaat banget nih.

  2. Wah, sunblock reef-safe ini baru banget kepikiran euy. Bener juga ya, gak semua sunblock cocok digunakan di laut, takut bahan-bahannya membahayakan binatang dan terumbu karang. Insight menarik banget ini kang. Next kalau mau jalan-jalan ke pantai aku mau lebih teliti lagi untuk beli sunblocknya nih.

    Terus yang gak meninggalkan apa-apa selain jejak ini juga selalu aku ajarkan ke anak-anak kang. Jangan sampai kita nyampah di daerah yang gak kita kenal. Makanya sampah apapun yang mungkin ada dari kami, aku pastikan untuk dibawa terlebih dulu supaya bisa dibuang saat menemukan tempat sampah.

  3. Ahh cakep banget foto fotonya
    Pantainya sangat cantik
    Memang sudah seharusnya kita tidak boleh merusak keindahannya, dgn nyampah sembarangan ya
    Aku juga sekarang klo cari hotel selalu cari yang ramah lingkungan

  4. Duh duh paling sedih kalau lihat pantai kotor karena sampah2 berserakan. Kebayang sampah2 itu nanti masuk laut trus ada ikan2 yang memakannya 🙁
    Iya yaa kalau ke pantai dengan kesadaran penuh kudu ikutan menjaganya, jangan nyampah di sana, lalu jangan ambil2 apa2 kecuali ambil dokumentasi.
    Owh yaaa, baru tahu ada yang iseng kasi makan ikan dengan biskuit2, padahal bisa merusak hidup ikan yaa, noted niih.
    jadi kangen deh main ke pantai (selain Ancol) hehe 😀

  5. Aku baru tahu sunscreen reef safe ini kodenya kayak apa ya, mas? Tapi biasanya kalau mau aman pakai physical sunscreen aja kali ya soalnya dia bukan dari kimia sunscreennya

  6. Saya salfok sama foto-foto pantainya yang cakep-cakep, terutama Pantai Paal Likupang.

    Terus saya juga baru tahu kalau ada Sunblock “Reef-Safe. Dikira selama ini semua sama aja.

    Nah soal bawa rumah kerang kosong yang cantik nih dari kecil suka aku lakuin Ternyata sebaiknya jangan ya. Oke deh!

    Makasih buat informasinya yang sangat berguna Mas. Sangat membantu.

  7. Sebel banget ya kang Aip kalo lihat sampah berserakan di tempat wisata, apalagi pantai. Yg nyebelin lagi, ada banyak tempat sampah tapi isinya kosong. Kan aneh yak. Org lbh nyaman buang sampah di sembarang tempat sih. Budaya bersih2nya itu loh yg blm ada.

    Smg tempat wisata kita mkn bersih seiring kesadaran masyarakat thd program bersih2. Apalagi yg didengungkan oleh influencer itu.

  8. Ah pantai selalu sukaaa… apalagi kalau ajak anak-anak. Waaahhh gak mau beres-beres deh main nya. Tapi memang agak miris sih sekarang banyak sampah di tepian pantai. Tapi setuju sekali kak, kalau harus punya prinsip untuk jaga lingkungan mau traveling kemanapun..

  9. Nggak banyak orang yang perduli soal, nggak meninggalkan apapun kecuali jejak. Kebanyskan mah sukanya mengentengkan. Cuma bungkus permen INI. Atau puntung rokok doang kok.

    Hmmm…. Berharap semakin banyak orang yang mau Dan rela melakukan beach clean up pas berkunjung ke pantai akutu

  10. Daku gak kepikiran kalau ke pantai itu cek dulu apakah sedang pasang atau surut. Soalnya selama ini, ya datang aja gitu, tanpa cari tahu dulu. Padahal kalau dipikir, ada bagusnya juga, buat keselamatan diri juga ya

  11. cakep bangetpantainya, sayang ya kalau dikotori baik sengaja maupun tidak sengaja, ga bisa bayangin deh kalau pantai jadinya penuh sampah plastik
    bener mas mendingan bawa bekal sendiri kalau habis dan terpaksa beli, kan bisa pakai wadah makanan yang tadi kita bawa dari rumah kan

  12. Dari masih sekolah, kuliah. Aku terbiasa nih nyimpen sampah di tas kalau belum Nemu tempat sampah. Lalu, bawa tumbler ke mana-mana dan bila ke Pantai atau ke pulau, aku usahakan juga pake sunscreen reef-safe, jadi beneran aman buat biota laut terutama terumbu karang.

    Tulisan kang Aip ini udah detail terperinci banget sih menurutku. Semoga banyak wisatawan yang baca dan jadiin panduan kalau mau berwisata. Jangan jadi wisatawan toxic oke.

  13. Wah pantainya indah sekali, pasti seru bisa menikmati liburan di situ. Nah saat pribadi terbiasa bawa plastik di mana-mana, jadi liburan sekaligus membersihkan alam.

  14. Aduh.. duh… saya langsun kangen pengin main ke pantai, Kan. Kayaknya sudah berapa tahun ya saya a ke pantai. Padahal kalau saya pas di kebumen, bisa seminggu 3X saya jalan hehehe.
    Dan Alhadulillah saya pun kalau ke mana-mana bawa tumbler, termasuk ke pantai. Bahkan kadan bawa 2-3 sekalian masuk ke jok motor. Terus saya kalau ke pantai bawa tas kain, walau hanyak muat sepasang. Paling senan, karena saya berhasil tidak ikut buang sampah. Soalnya kalau bawa bekal juga, saya bawa wadah yang nanti di rumah dicuci hehehe

  15. Keren kang aip tulisannya jadi semacam reminder juga buat diri sendiri agar kalo mantai jangan sampai merusak kalo bisa malah membantu menjaga keberlangsungan kehidupan biota laut,,karena jujur sampai sekrang kita juga masih sering menemukan sampah2 plastik di sekitar pantai kan…kalo tidak diri kita sendiri yang memulai mo siapa lagi kan yaa…

  16. Aku pribadi sih sekarang udah membiasakan buat bawa plastik kemana-mana mas Arief.
    Soalnya bukan apa-apa, kadang dari kita udah punya niatan buang sampah pada tempatnya. eeeeh, tempatnya teh ga ada. Alias emang dari pengelola wisata atau daerah sana tuh malah ga ada tempat sampah sama sekali. Kalo gitu kan, repot yaaaa.. makanya mending mah bawa plastik sendiri-sendiri aja, syukur-syukur kalo bisa sekalian ambil sampah lain yang ada di sepanjang jalan.
    Jujur miris sih liat kondisi di beberapa pantai yang udah ‘dijajah’ sama sampah, saking kacaunya.

  17. Aduuuuh jadi pengen mantai…. jarang banget maen ke pantai nih saya kelamaan di gunung…
    setuju banget, jadikan ini prinsip ketika ketika treveling:
    Jangan ambil sesuatu kecuali foto, jangan tinggalkan sesuatu kecuali jejak telapak kaki (buka jejak Vandalisme ya!), jangan membunuh sesuatu kecuali waktu. ini kode etik pecinta alam yang bisa kita terapkan jika kita gak mau dikatain SDM rendah.

Tak komentar maka tak sayang. Silakan meninggalkan komentar. Mohon maaf, tidak menerima komentar dengan active link. Terima kasih sudah berkunjung

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses