Kalau ngomongin naik kereta, biasanya yang kebayang langsung padatnya Commuter Line di jam-jam sibuk. Tapi siapa sangka, dari balik kesibukan itu, ada juga kegiatan edukasi keren yang baru aja mencatatkan rekor MURI!

Yes, KAI Commuter baru aja dapat penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) lewat program C-Taditur (Cinta Transportasi dan Edukasi Perkeretaapian). Program ini berhasil melibatkan 1.717 siswa-siswi secara serentak dari berbagai daerah—Jabodetabek, Bandung, Yogyakarta, sampai Surabaya. Kegiatan ini jadi bagian dari HUT ke-17 KAI Commuter, yang jatuh pada 15 September 2025 lalu, dengan tema “Smart Mobility, Sustainable Future.”

C-Taditur di Stasiun Batu Ceper

Belajar Transportasi Publik Sejak Dini



Direktur Operasi dan Komersial KAI Commuter, Broer Rizal, bilang kalau kegiatan ini bukan sekadar jalan-jalan naik kereta. C-Taditur memang dirancang rutin tiap bulan, untuk ngajarin anak-anak dari TK sampai SMA soal pentingnya transportasi publik, cara aman menggunakannya, sampai kenalan dengan profesi-profesi yang ada di balik operasional Commuter Line.

Buat gambaran, sepanjang tahun 2024 lalu aja, program ini berhasil mengajak 154000 orang pelajar dalam lebih dari seribu kegiatan. Sementara tahun 2025, sampai Agustus, sudah ada 111000 siswa yang ikut merasakan pengalaman edukasi langsung ini. Keren kan?

Adik-adik SD Poris di Stasiun BNI City

C-Taditur di Jabodetabek berlangsung di Stasiun BNI City-Batu Ceper, Jurang Mangu, Citayam dan Cikarang.

Maskot Commuterline Karel, Besiti,Turofi,SiyersiAkuni

Adik-adik dari SD Poris Tangerang berkumpul di Stasiun BNI City belajar soal keamanan di Kereta, belajar soal tidak boleh melempar batu dan tidak merusak kereta api, mengenal stasiun dll.

Ditemani dengan maskot-maskot dari commuter Line adik-adik lalu menumpang kereta bandara dari stasiun BNI City menuju Stasiun Batu Ceper di perjalanan selain menikmati perjalanan juga belajar banyak tentang bagaimana cara naik kereta, lebih mengenal kereta dan banyak lagi.

Sesampainya di Stasiun Batu Ceper, Adik-adik belajar mengenal profesi apa saja yang ada di Commuterline.

Selain itu diberikan bibit pohon untuk dirawat supaya lebih cinta lingkungan.

Serunya C-Taditur di Yogyakarta



Khusus di Area 6 Yogyakarta, kegiatan ini dipusatkan di Stasiun Yogyakarta dan Stasiun Palur. Ada sekitar 400 peserta yang ikut naik Commuter Line Yogya–Palur sambil belajar tentang tata cara naik kereta dengan baik, aturan keamanan, sampai manfaat transportasi publik.

Yang lebih menarik lagi, anak-anak juga diajak kenalan sama petugas KAI Commuter, dan pulangnya mereka bawa bibit pohon untuk ditanam di rumah. Jadi nggak cuma belajar soal kereta, tapi juga dapat pesan ramah lingkungan.

Bonus Hari Batik Nasional



Kebetulan banget, kegiatan ini berbarengan dengan peringatan Hari Batik Nasional 2 Oktober. Nah, KAI Commuter Area 6 Yogyakarta nggak mau ketinggalan buat merayakannya. Ada fashion show batikdi dalam Commuter Line dan stasiun, yang dibawakan oleh siswa-siswi SMK Marsudirini jurusan Tata Busana. Mereka memperagakan karya UMKM dan desainer muda, ditemani komunitas lansia yang juga tampil kece dengan batik.

Bahkan, para petugas Commuter Line dari ticketing sampai security juga ikut pakai batik hari itu. Jadi, vibe Hari Batik Nasional benar-benar terasa di stasiun maupun dalam perjalanan kereta.


Transportasi Publik Bukan Sekadar Perjalanan



Lewat C-Taditur ini, KAI Commuter pengen nanemin kesadaran bahwa transportasi publik itu penting banget buat masa depan yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Plus, buat anak-anak, ini jadi pengalaman berkesan yang bisa bikin mereka lebih paham dan cinta naik transportasi umum.

Salut buat KAI Commuter yang bisa bikin edukasi transportasi jadi seru, berkesan, sekaligus memecahkan rekor MURI. Semoga ke depannya makin banyak generasi muda yang bangga naik Commuter Line!

22 comments

  1. Keren banget inisiatif dari KAI Commuter ini, edukasi transportasi publik buat ribuan siswa pasti berdampak besar ke kesadaran generasi muda. Semoga kegiatan seperti ini bisa rutin diadakan di kota lain juga.

  2. mengajak anak-anak untuk naik transportasi publik itu banyak hikmahnya kok. Saya pun juga melakukannya untuk anak-anak, tapi sayangnya untuk yang bungsu masih kurang karena emaknya sudah kecapean duluan hehehe
    salut nih sampai dapat rekor MURI

  3. Kemarin saya lihat IG Kang Aip. Lalu membaca cerita lengkapnya di sini. Dan acara study tur ini keren sekali bagi anak-anak. Bagaimana mereka mengenal transportasi umum, utamanya commuter line. Terus kerennya setelah itu mereka diajak naik kereta bandara. Jadi anak-anak merasakan langsung sekaligus praktik jadi penumpang yang baik dan benar.

  4. Kemarin saya lihat IG Kang Aip. Lalu membaca artikel lengkapnya di sini. Dan acara study tur ini keren sekali bagi anak-anak. Bagaimana mereka mengenal transportasi umum, utamanya commuter line. Terus kerennya setelah itu mereka diajak naik kereta bandara. Jadi anak-anak merasakan langsung sekaligus praktik jadi penumpang yang baik dan benar.

  5. Ka Aiippp.. kasih hadiah ituuu.. anak ciwi yang posenya bareng sama dirimuuh..
    Kompaakk dan hebooh, apalagi kini Commuter Line juga uda sangat nyaman dan aman yaa..

    Btw, di Bandung ada Commuter Line tah?
    Soalnya acaranya juga ada di Bandung tuuh..

    KAI makin cakeepp~
    Bener-bener transportasi lintas generasi.
    Pelayanan makin oke, fasilitas terbaik dan kini semakin tepat waktu juga nyaman.

  6. Wah ada kosakata baru nih Kak, C-taditour. Hehehe..
    Tapi seru nih acaranya, anak² nggak cuma bisa jalan² pake kereta tapi juga belajar untuk mengenalkan transportasi umum, membiasakan menggunakannya dan tentu merawat fasilitas umum.

    Biasanya secara nggak langsung mereka tuh jadi punya awarness kalau selain transportasi pribadi juga ada public transport yang berguna bagi mereka. Minimal sense of belonging untuk merawat tuh pelan² tumbuh dari pengenalan sejak dini ini. Kerennn.. ❤️❤️❤️

  7. Seru banget programnya semoga anak-anakku bisa mengikuti program C-Taditur ini pasti mereka happy banget bisa naik kereta api dari Semarang ke Solo beramai-ramai..

  8. Programnya bagus srkali nih, edukasi transportasi untuk anak-anak sekolah. Memberi edukasi agar naik transportasi umum untuk mengurangi polusi.
    Oya, selamat untuk KAI yg berhasil meraih penghargaan MURI.

  9. Keren banget sih kalau aku bilang. Program pentingnya transportasi publik itu perlu banget di sosialisasi sejak dini. Dengan itu anak-anak terbiasa dengan menggunakan transport umum. Cakep, pas banget dengan hari batik jadi acaranya tambah seru.

    Semoga kedepannya KAI terus mengembangkan program-program, yang membuat masyarakat dengan nyaman menggunakan fasiltias umum untuk bertransport.

  10. Edukasi seperti ini dari KAI ciamik dah. Karena mereka bisa berkenalan lebih dekat dengan CommuterLine, jadi bisa tahu bagaimana bijak dalam transportasi.
    Dan makin apresiasinya, bisa terkumpul banyak siswa ya yang ikutan acaranya. Kebayang deh keseruannya bareng para siswa.

  11. Diriku kudu angkat topi dulu nih buat KAI Commuter yang bisa pecahin rekor MURI lewat program C-Taditur ini. Jujur, selama ini kalau dengar KRL cuma kebayang desak-desakan di jam pulang kantor. Tapi ternyata ada sisi edukatif yang gokil begini, sampai ngajak 1.717 siswa serentak!
    Penting banget ya mengenalkan transportasi publik ke anak-anak sejak dini, apalagi di tengah isu sustainable future. Nggak cuma belajar tata cara naik kereta yang aman, tapi juga kenalan sama profesi di sana, bahkan sampai dikasih bibit pohon. Double kill!

  12. Keren ya acaranya sampai bisa memecahkan rekor MURI. Generasi muda memang peru dikenalkan transportasi publik karena sepertinya makin jarang generasi muda yang menggunakan transportasi publik. Perlu juga diajarkan etika saat menggunakannya.

    Btw saya belum pernah naik KRL. Jadi pengen nyobain hehehe

  13. Mantap banget KAI Commuter bisa capai rekor MURI dalam momen berkesan. Apalagi program C-Taditur ini beneran bikin pelajar lebih familiar sama moda transportasi KRL lho, kalau sejak dini udah terbiasa menggunakan transportasi umum, pastinya bumi lebih terjaga nih.

  14. Sering nih liat biasanya anak2 PAUD/ TK berombongan naik KRL rute Cisauk-Parung panjang kalau hari2 sekolah. Lucu liat bocil2 excited dijelasin soal kereta. Anak2ku kebetulan sekolahnya naik KRL juga jadi udah kenyang naik KRL wkwk.

    Anak2 ini pasti hepi banget diajakin naik KRL dan bisa belajar tentangnya. Apalagi dapat goodie bag oleh2 bibit pohon yaa.

    Pembiasaan naik transum nih bagus banget, semoga dibarengi dengan pengadaan transum yang lebih banyak dan lebih bagus lagi.

    Wah pengen banget nih kapan2 ngrasain juga naik KRL yang rute Yogya – Solo itu, walau kadang2 ada juga tu KRL tujuan Yogya lewat greenline haha. Keknya itu gerbong abis main jauh ke Yogya lupa diganti tulisannya hehe.

  15. Sering nih liat biasanya anak2 PAUD/ TK berombongan naik KRL rute Cisauk-Parung panjang kalau hari2 sekolah. Lucu liat bocil2 excited dijelasin soal kereta. Anak2ku kebetulan sekolahnya naik KRL juga jadi udah kenyang naik KRL wkwk.
    Anak2 ini pasti hepi banget diajakin naik KRL dan bisa belajar tentangnya. Apalagi dapat goodie bag oleh2 bibit pohon yaa.
    Pembiasaan naik transum nih bagus banget, semoga dibarengi dengan pengadaan transum yang lebih banyak dan lebih bagus lagi.
    Wah pengen banget nih kapan2 ngrasain juga naik KRL yang rute Yogya – Solo itu, walau kadang2 ada juga tu KRL tujuan Yogya lewat greenline haha. Keknya itu gerbong abis main jauh ke Yogya lupa diganti tulisannya hehe.

  16. Uwaaaaah memang baguuuus acara begini. Jadi anak2 paham untuk lebih mengutamakan naik public transport drpd kendaraan pribadi. Juga supaya mereka paham etika juga cara2 jika ingin naik kendaraan umum. Sebenernya sekolah anakku yg bungsu juga pernah ngadain mas. Tp waktu itu yg dipilih bukan commuterline, melainkan LRT . Naik dari velodrome sampai kelapa gading. Mungkin Krn commuterline Deket rumahku ga ada sih yaa . Yg terdekat transJ dan LRT. Tapi gapapa lah, at least si adik jadi tahu cara naik kendaraan umum, dan dia lumayan suka naik LRT

  17. Wah udah ratusan ribu aja siswa/i yang udah merasakan serunya bertransportasi publik ya kang. Dulu, teman-teman di komunitas baca di Palembang sempat ngadain baca buku di LRT Palembang (dalam kereta yang berjalan), tujuannya ya untuk nularin semangat baca di mastarakat sekalian kasih lihat transportasi umum tuh nyaman banget bahkan untuk dipake baca buku. Ya, walau beda kegiatannya, tapi sama-sama mengedukasi. Semoga C Taditur ini terus diadakan berkala ya.

    1. Iyaa banyak banget siswa yang ikut, 1.717. angka cantik dan Alhamdulillah bisa memecahkan rekor terbanyak. Jadi kangen naik kereta lagi. Atau semoga ada kesempatan untuk ikut event pemecahan rekor seperti ini

Tak komentar maka tak sayang. Silakan meninggalkan komentar. Mohon maaf, tidak menerima komentar dengan active link. Terima kasih sudah berkunjung

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.