Hello TemenAip! Apa Kabar? Jakarta emang gak pernah kehabisan cerita. Kota ini bukan cuma soal gedung tinggi dan hiruk-pikuk ibu kota — tapi juga tempat di mana ratusan budaya dari seluruh penjuru Indonesia bertemu dan hidup berdampingan. Gak heran kalau Jakarta sering disebut sebagai melting pot terbesar di negeri ini. Dan di tengah semua itu, kawasan Kota Tua jadi salah satu panggung terbaik buat ngerayain keberagaman itu lewat Colours of Cultures Festival (CoCF) 2025!

Tahun ini, festival tahunan yang digagas oleh Indonesia Tourism Information Center (ITIC) bareng FORKAPPSI  hadir lagi di Taman Fatahillah, Kota Tua Jakarta pada 10–11 Oktober 2025.
Temanya keren banget: “Melodi Nusantara.” 

Merayakan Nada-Nada dari Sabang sampai Merauke

“Melodi Nusantara” bukan sekadar nama — tapi simbol kekayaan dan keragaman musik tradisional Indonesia. Bayangin aja, dalam dua hari kamu bisa menikmati bunyi-bunyian dari berbagai alat musik khas seperti Sasando dari NTTAngklung dari Jawa BaratKolintang dari Sulawesi UtaraSeruling dari SumateraKompang dari MelayuCalung, Kecapi, dan masih banyak lagi.
Semua alat musik itu punya cara main yang beda — ada yang dipetik, ditabuh, dipukul, ditiup, atau digoyang — tapi kalau disatukan, mereka menciptakan harmoni yang indah banget, kayak miniatur Indonesia dalam bentuk musik.

Keliling Indonesia Lewat Melodi Nusantara

Berada dalam atmosfer yang penuh dengan budaya Saya merasakan kehangatan dari peserta, penyelenggara dan juga tamu yang datang untuk menonton festival ini dan yang menarik adalah begitu banyak peserta yang berlalulang menggunakan busana daerah masing-masing yang berwarna-warni dan sangat meriah sehingga saya merasa keliling negeri ini tanpa harus jauh-jauh cukup di Kota Tua Jakarta saja dan tidak hanya itu kita juga bisa menikmati musiknya lewat pertunjukan yang berlangsung selama dua hari ini.

Sempat terpesona oleh alunan orkes Betawi yang menyanyikan aneka macam lagu Betawi yang otentik dan sempat juga mendengarkan musik daerah lain seperti dari Sumatera Utara dibawakan oleh orkes ini sehingga terjadi kolaborasi budaya yang keren banget.

Dibuka Oleh Menteri Pariwisata


COCF 2025 dihadiri dan dibuka oleh Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana yang mengapresiasi para penyelenggara yangkonsisten menghadirkan festival ini sehingga tahun ke-9 penyelenggaraannya .



Beliau juga mengatakan bahwa keragaman budaya dari berbagai penjuru negeri melalui bahasa musik Sasando dari Nusa Tenggara Timur, Kolintang Sulawesi Utara hingga seruling, kompang dan kecapi, semua merupakan bentuk ekspresi budaya yang hidup dan diwariskan lintas generasi bahkan UNESCO telah mengakui sejumlah warisan budaya Indonesia.



Pengakuan dunia terhadap karya budaya ini menunjukkan bahwa musik tradisional Indonesia memiliki kekuatan untuk menjembatani perbedaan dan menghadirkan harmoni sebagai bahasa universal musik mampu melintasi batas geografis dan menjadi soft diplomacy yang efektif untuk memperkenalkan budaya Indonesia kepada dunia ketika musik tradisional Indonesia tampil di panggung internasional masyarakat berbagai negara dapat merasakan kedalaman nilai dan karakter bangsa lalu tertarik untuk mengenal lebih jauh identitas budaya kita indikasi geografis serta destinasi pariwisata Indonesia

Ibu Menteri sempat memainkan angklung bersama masyarakat membawakan beberapa lagu populer. Sebuah kegiatan yang amat menarik dan merayakan melodi Nusantara!

Indonesia Raya Dalam Melodi Nusantara

Satu hal yang kena banget di hati adalah memainkan lagu Indonesia Raya menggunakan berbagai alat musik daerah seperti Sasando, Angklung, Seruling, dan beberapa lagi. Beneran indah rasanya mendengar lagu Kebangsaan Kita semua dipadukan dalam melodi Nusantara, cantik sekali. Merinding dengernya. Kalian semua harus lihat. Ini Aku share dibawah ini :

Lebih dari Sekadar Festival

Buat yang belum tahu, CoCF 2025 ini udah jadi acara tahunan ke-9 yang diadakan oleh IndonesiaTIC, dan ke-4 kalinya digelar di kawasan bersejarah Kota Tua. Tapi CoCF bukan cuma tentang hiburan — festival ini juga jadi ajang untuk promosi potensi daerahpameran jenama lokal, dan tentu aja pelestarian budaya dari berbagai provinsi di Indonesia.

Tahun ini ada 30 provinsi yang ikut tampil, masing-masing bawa warna dan kekhasannya sendiri. Jadi jangan heran kalau suasana Kota Tua nanti bakal berubah jadi seperti miniatur Indonesia yang hidup!

Tarian Sekujang

Tari Sekujang dari Bengkulu

Salah satu yang menarik di CoCF 2025 adalah penampilan

Tari Sekujang dari Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu. Agak serem ya karena komplit antara tarian, suasana kostum, dan musik latarnya.

Tarian ini adalah tradisi unik Suku Serawai di Seluma yang punya banyak makna ritual dan historis. Tarian ini adalah kisah masyarakat Suku Serawai saat menghadapi musibah besar, seperti wabah penyakit misterius dan kematian pohon-pohon, yang digambarkan dengan gerakan penuh keputusasaan.  Sekujang juga merupakan tradisi tahunan untuk mendoakan bagi orang yang putus silsilah atau meninggal tanpa ditemukan jasadnya—sehingga memperkuat unsur ritual yang berhubungan dengan arwah.

Seru, Interaktif, dan Penuh Warna

Pameran Karya UMKM Daerah

Bukan cuma nonton pertunjukan aja, pengunjung juga bisa ikut seru-seruan lewat:

  • Workshop musik dan kerajinan tradisional
  • Talkshow inspiratif tentang pelestarian budaya
  • Lomba foto dan reels dengan tema musik tradisional
  • Serta pameran hasil program Penguatan Ekosistem Budaya dari komunitas Kota Tua Jakarta

Jadi selain bisa nambah wawasan soal budaya, kamu juga bisa dapat pengalaman baru yang unik dan pastinya Instagrammable!

Jakarta, Etalase Budaya Indonesia

Seperti yang disampaikan oleh Hendry D.L Izaac, Ketua FORKAPPSI sekaligus Kepala Badan Penghubung Provinsi Nusa Tenggara Timur, Jakarta tuh udah kayak showcase-nya Indonesia. Semua suku bangsa dan budaya berkumpul di sini. Maka lewat CoCF, diharapkan wisatawan dan masyarakat bisa melihat lebih dekat kekayaan budaya kita — dan siapa tahu, terinspirasi buat menjelajahi daerah-daerah lain di seluruh Indonesia.

Yuk, Rayakan Keberagaman Lewat Musik!

CoCF 2025 bukan cuma festival musik — ini adalah perayaan identitas bangsa, cara kita bilang ke dunia bahwa Indonesia itu kaya, indah, dan penuh warna.

Karena dari setiap nada, selalu ada cerita tentang Indonesia.


20 comments

  1. Seru banget lihat Colours of Cultures Festival 2025 di Kota Tua Jakarta! Dari sasando, angklung, sampai kolintang, dijadiin satu jadi penuh warna yaaah. Momen paling bikin aku merinding pas lagu Indonesia Raya dibawakan dengan alat musik daerah. Meriah, dan bikin bangga banget jadi orang Indonesia deh. Next pengen nonton langsung pokoknya!

  2. Seru banget CoCF 2025 ini! Dari Sabang sampai Merauke semua budaya hadir di satu panggung, berasa liat miniatur Indonesia gak sih? Konsepnya keren, nggak cuma hiburan tapi juga edukasi dan promosi budaya lokal. Salut buat penyelenggara yang terus lestarikan musik dan tarian tradisional dengan cara kekinian

  3. Sungguh kekayaan budaya Indonesia melahirkan banyak karya seni indah yang jika di akulturasi menghasilkan maha karya luar biasa!
    Membius sekali acara CoCF 2025.
    Membayangkan ide dan persiapannya yang rumit..
    Pastinya acara CoCF di tahun berikutnya.. patut dinantikan kembali.

  4. Seneng banget kalau ada event² kebudayaan kayak gini. Karena event kayak gini semisal COCF tuh bikin kita yang nggak ngeh sama budaya di luar jawa contoh papua, sulawesi jadi bisa kenal tanpa repot terbang dulu ke sana.

    Semoga event² kayak gini semakin banyak, jadi generasi muda tuh kenal sama budaya negeri sendiri. ❤️❤️❤️

  5. Wah acara yang menyenangkan sekali ya bisa menikmati musik Nusantara di satu tempat nggak perlu keliling Indonesia.. anakku terkesan banget dengar angklung di Saung Mang Udjo sampai pengen les angklung..

  6. Salut sama gebrakan dan inovasi Kementerian Pariwisata nih lewat COCF 2025, beneran nyata menggaungkan melodi Nusantara di area Kota Tua. Salah satu tempat berkumpulnya banyak orang, apalagi pemilihan tanggal muda, auto bakalan banyak yang belanja jenama ini sih kang.

    Jadi makin kenalan juga sama ragam kesenian Nusantara. Bukan hanya pagelaran Seni dan budaya ya, bisa meningkatkan potensi pariwisata dan pelaku UMKM dapat menambah pemasukan. Penonton bisa sambil nambah wawasan, mantep sih ini acaranya.

  7. Merinding sih pas liat videonya mas. Sasando, Angklung, Seruling dimainkan bersama menghasilkan harmoni nada yang indah dan menentramkan hati. Juga menjadi simbol dari semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang jadi identitas bangsa Indonesia.
    Keren sekali acara ini bisa bertahan sampai 9 tahun lamanya, dan semoga bisa lanjut terus di edisi-edisi berikutnya yaa….

  8. seruuu banget ini mah acaranyaa. semoga di Surabaya bisa ada acara musik dan kebudayaan kayak gini. aku sebagai org Indo yang kurang familiar dengan musik dan busana dari seluruh nusantara pengen juga lihaat. selama ini cuma tahu dari buku IPS aja wkwk.

  9. Ini acaranya sore sampai malam apa dari pagi sampai malam ya Bang Aip? Keren nih konsepnya. Jadi para penonton paham tentang musik dan budaya tiap daerah di negeri ini. Moga tahun depan ada lagi dan daku bisa ngajak bocil buat nonton bareng dan belajar tentang musik tradisional Indonesia.

  10. Tarian Sekujang emang keknya agak2 mistis yaaa, ternyata latar belakangnya ada peristiwa2 kyk menghadapi wabah penyakit atau bencana2 gitu ya mas? Jujur nih baru tahu ada tarian gitu dari Bengkulu.
    Senangnya di acara seperti ini, alat2 musik tradisional asli Indonesia dimainkan jadi menambah pengetahuan tentang kaitan budaya suatu daerah dengan musik ya.
    Pemilihan tempatnya juga ok banget nih, gak di mall lagi mall lagi atau auditorium, melainkan di kawasan Kota Tua Jakarta yang erat kaitannya dengan sejarah bangsa ini.
    Ada etalase budaya di mana bisa borong2 kerajinan dari daerah2 di Indonesia juga yaa.

  11. Keren banget acaranya. Saya suka acara berbau musik dan kebudayaan tradisional seperti ini. Semakin menegaskan bahwa budaya Indonesia itu kaya dan indah. Apalagi acaranya di Kota Tua. Pas suasananya.

    Baru dengar tentang tari Sekujang. Tampilannya memang agak lain dengan tari-tarian daerah lain yang cenderung “indah”. Tari ini agak seram dan bernuansa mistis.

  12. Saya belum pernah berkunjung ke Kota Tua Jakarta. Menarik sekali ya udah 4 kali festival CoCF diselenggarakan di Kota Tua dari 9 festival yang diselenggarakan sebelumnya. Menarik banget menyaksikan festival musik dan budaya dari berbagai daerah di Indonesia. Benar-benar penuh warna.

  13. Senang melihat semakin banyak event-event yang membangkitkan budaya Indonesia. Salah satunya Colours of Cultures Festival (CoCF), membaca tulisan ini seru dan temanya juga sangat WOW.
    Melodi Nusantara. Maknanya begitu luas dan dalam. Mencerminkan begitu banyak nada Negeri yang bisa di padu menjadi harmoni yang Indah. Semoga terus berlanjut dan di tahun-tahun mendatang dan membawa semangat baik buat masyarakat.

  14. Eh, udah 4 kali CoCF diadakan di KoTu tapi daku sekalipun belum pernah tengok, huhu.
    Bagus menang diadakannya di KoTu yang ikonik dengan budaya, karena festival ini bisa mengajak siapa saja untuk jangan lupakan budaya kita, baik itu musiknya, maupun pakaian adatnya ditengah gempuran teknologi masa kini

  15. Wah.. saya kok ga tau ada acara keren ini ya. kang Aip. Padahal sebelum-sebelumnya hampir tiap minggu saya mampir ke Kota Tua. Ini sih, bisa menikmati alunan simfoni Nusantara dari Sabang sampai Merauke. Terus bisa lihat juga ya, pakaian daerah. Terus ada Booth-booth juga. Sayang saya ga datang, padahal acaranya 2 hari nih.

  16. Melihat pertunjukan budaya itu selalu bikin aku takjub apalagi budaya Indonesia yang sekian puluh tahun kita hidup namun banyak yang tidak kita kenal saking luasnya dan beragamnya suku di Indonesia,,,
    Apalagi perunjukan melodi nusantara ini diadakan di kota tua yang mempunyai nilai historisnya sendiri sehingga semakin menambah nuansa kebudayaannya…semoga acara budaya semacam ini semakin banyak digelar sehingga bisa memberitahu dunia bahwa indonesia mempunyai beragam budaya yang berbeda2 di tiap pulaunya 🙂

    1. Mantab jiwaaa mas Aip!
      Duh pengin jugaaa datang ke Jakarta dan merasakan vibes yg seruuu pol
      Setujuu bangeett sik, kalo musik tradisional Indonesia memiliki kekuatan untuk menjembatani perbedaan dan menghadirkan harmoni sebagai bahasa universal
      Karena memang se-ajaib itu yaa… power of music benar² mampu melintasi batas geografis
      Bukan hanya ituuu. Dengan kekuatan musik juga bisa menjadi soft diplomacy yang efektif untuk memperkenalkan budaya Indonesia kepada dunia
      Sungguh terasa bangettt, ketika musik tradisional Indonesia tampil di panggung internasional.
      Yang jelas masyarakat dunia bakal merasakan kedalaman nilai dan karakter bangsa
      Wawww, dan pada akhirnya tertarik buat mengenal lebih jauh identitas budaya

Tak komentar maka tak sayang. Silakan meninggalkan komentar. Mohon maaf, tidak menerima komentar dengan active link. Terima kasih sudah berkunjung

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.