Hello TemenAip! Apa Kabar? Di sebuah sore yang mendung entah kenapa tiba-tiba saya kangen sama Gorontalo. Terakhir ke sana tahun 2017 dan saya tiba-tiba kepengen untuk menikmati makanannya.

Soalnya buat saya makanan Gorontalo itu bumbunya mantap sekali apalagi sambal-sambalnya yang pedas dan rempahnya yang enak.

Rahang Tuna Olamita

Dan pastinya makan ikan adalah salah satu yang saya suka dari Gorontalo. karena di sana itu ikannya segar dan beraneka macam ikannya.  Bisa diolah dengan rupa hingga menjadi hidangan yang lezat.  Sempat Pesta Ikan di Pohuwato Gorontalo,baca dulu di sini

Pesta Ikan di Gorontalo

Itulah kenapa saya jadi kepengen lagi makan ikan ala Gorontalo dan setelah membaca Google Maps saya menemukan sebuah tempat bernama Olamita yang khusus menyajikan aneka macam hidangan Gorontalo. Terutama Ikan Bakar.

Lokasinya ada di Jatinegara area Balimester dan tempatnya itu menyatu dengan sebuah cafe. Sebelahan sama Holland Bakery.

 Olamita

Jl. Jatinegara Timur No.107D, Bidara Cina, Kecamatan Jatinegara, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13310

Di sana ada dua area yaitu area cafe yang ber-ac lengkap dengan bar yang menyelidikan aneka macam kopi dan minuman lainnya juga smoking area. Saya memilih di area yang ber-ac menghadap di depan baristanya yang ternyata tempat kita untuk memesan makanannya juga.

Pilihan Ikan disana ada Rahang Tuna, Oci (sejenis Kembung) , Kakap, dan juga Salmon. Bisa dimasak dengan balutan sambal Rica yang pedas, Woku bumbu dengan cita rasa Asam pedas, Iloni yang berbumbu kemiri, Kuah Asam yaitu rasa asam pedas segar lemon Cui.

Bar Area

Ada juga Cumi dan Udang dan juga ayam buat yang ga bisa makan ikan. Bubur Jagung khas Gorontalo, Binte Biluhuta pun ada. Perkedel Nike ada, Perkedel Jagung pun hadir. Tapi saya lagi pengen makan ikan pakai nasi dan sambal yang pidis (pedas bahasa Gorontalo)

Saya langsung tertarik melihat menu Rahang Tuna tuna yang bisa disajikan dengan cara balarica lalu dengan iloni, Dabu-dabu, woku dan kuah asam. Saya langsung memilih yang dabu-dabu karena lagi pengen yang segar & pedas. Karena agak kenyang saya memilih untuk ukuran yang sedang saja takut tidak habis nantinya.

Ternyata pas datang ukurannya cukup besar dan memang mengandung daging yang cukup banyak karena area rahang itu sebenarnya dagingnya lumayan banyak dan ada beberapa bagian yang mengandung lemak ikan yang sedap sekali.

Rasa Rahang Tuna Olamita

Karena terbiasa makan ikan yang matinya pagi, dimakan siang di Indonesia Timur, Jujurly buat saya sebenarnya ini bukan ikan paling segar tapi masih enak dan juga intisari rasa ikannya masih ada aromanya juga bagus tidak bau amis dan cara masaknya oke.

Tekstur ikannya bagus apalagi kan memang bagian rahang tuna ini kita ekstra hati-hati saat mengambil dagingnya karena ada bagian tulangnya, tapi itulah sedapnya.

Makin mantap lagi karena disajikan dengan sambal dabu-dabu yang super segar di mana cacahan tomat hijau, tomat  merah, bawang merah dan cabai rawit bisa mendukung rasa tuna menjadi lebih enak lagi. Ditambah sambal kemiri khas Gorontalo yang gurih bisa memberikan rasa yang unik dalam hidangan ini. Dan memang sambalnya ini terasa sangat pedas tapi mantap.

Hidangan ini cukup bisa membuat saya happy karena bisa mencicipi sedikit rasa Gorontalo

Ikan dari Laut Timur Indonesia

Yang menarik adalah ikan yang disajikan berasal dari laut Timur Indonesia jadi Olamita itu bekerja sama dengan nelayan dari area Bitung dan juga Ambon mereka berlayar ke perairan Maluku dan ikan-ikan itu ditangkap di sana langsung disimpan di cold storage kapal dan dikarantina untuk dikirimkan ke Jakarta Dalam waktu 5 sampai 7 hari melalui jalur laut jadi ikannya akan langsung disimpan di dalam cold storage Olamita.

Nanti saya kepengen balik lagi untuk mencicipi banyak menu yang ada di sana seperti ikan oci, cumi momoto, kakap woku dan lain-lain

TemenAip bisa nyobain juga kalau penasaran dengan hidangan khas Gorontalo di Jakarta

22 comments

  1. Cerita tentang Olamita ini nunjukin kalau kuliner bisa jadi pengikat rindu dengan kampung halaman. Dari menu yang disajikan, terasa kuat identitas Gorontalo yang dibawa ke pengalaman makan.

  2. dan aku baru tau ada cukup banyak nama ikan yang asing buatku, seperti ikan oci, di Jawa nggak pernah denger soalnya.
    Pastinya aku udah ngebayangin dabu-dabu, denger namanya aja udah kayak mantep banget gitu rasanya. Yaampun jadi ngiler ngebayanginnya hahahaha

    kalau ke Gorontalo nggak boleh skip kulineran yang berbau ikan-ikan ya, sambalnya juga enak disana

  3. Ah hidangan khas Sulawesi, seperti Gorontalo ini memang terkenal dengan aneka olahan ikan yang segar ya
    bumbunya juga sangat otentik
    di surabaya, ada beberapa resto yang menyajikan rahang tuna ini

  4. Aduh Mas pas banget ada rencana kunjungi adek kedua di Gorontalo
    Untunglah nemu ini jadi aku langsung forward ke adek
    Katanya gampang kita cari sama sama karena dia juga belum pernah cobain
    Makanya aku sama dia sama sama excited kalau bisa nemu tempat makan enak

  5. Menuntaskan rindu sama makanan khas Gorontalo, syukurnya di Jatinegara Jakarta ada Olamita. Kebayang nikmat dan lezatnya rahang tuna sambal dabu-dabu. Ngiler sekali melihat besarnya si rahang tuna itu.

    Menarik dan jadi nilai lebih dari Olamita, karena bekerjasama dengan nelayan dari Indonesia Timur. Sehingga, ikan yang di olah lebih khas. Nice info, secara harga pun masih cukup bersahabat. Bolehlah kapan-kapan ku mampirin.

  6. Welehh deleehhh, baca ini sambil bolak balik lap ilerr

    niqmatt duniawi yg haqiqiii

    aku mupeng olahan salmon yg looks tempting dan rahang tuna.

    pastinyaaa bs jd lokasi utk BukBer bulan depaannn

  7. Kayaknya kombinasi ikan segar plus sambal khas Gorontalo tuh unik banget ya Pak? Belum pernah makan di Olamita, tapi dari review luar suasananya cozy dan makanannya otentik Gorontalo banget ya ini?. Kapan-kapan pengen mampir deh kalau ke Jatinegara

  8. Seneng banget ya mas Aip…bisa makan ikan olahan masakan khas Gorontalo tanpa harus pulang kesana, cukup di Jakarta saja. Menu ikannya mantap² banget. Saya jadi pengen juga makan rahang tuna , belum pernah soalnya. Apalagi melihat sambalnya itu duuh rasanya pengen nyocol pake apq aja juga enak itu sepertinya…

  9. Wah aku penasaran banget sebenarnya sama menu-menu seafood gini kayak ikan dabu-dabu dan lain sebagainya. Kalau di sini jarang ada kayaknya menu laut kayak gitu adanya bakaran ikan patin hehe

  10. Kalau saya pas tinggal di Makasar, bertetangga dengan orang Gorontalo, Kang. Sering diantar. Makanya saya suka sekali makan Binte Biluhuta. Kalau rahang tuna kan mahal. Jadi ga pernah dikasih hahahha. Tapi memang ikan-ikan di Sulawesi itu kalau dijual seger-seger. Tapi sekarang mau makan apa di Jakarta sudah dimudahkan ya Kang. Banyak restoran yang menjual makanan daerah. Termasuk restoran khas Gorontalo. Semoga bisa mampir ke sana juga untuk icip-icip

  11. Ajak2 donk mas kalau ke sana lagi hehehe. Mantul banget nih bisa aja nemu makanan khas Gorontalo. Emang yaaa makanan khas sana tu karena dekat laut jadi banyak menu ikan2nya. Tapi iya sih, kalau dibandingkan dengan ikan di daerah aslinya, bisa jadi yang di resto tak sesegar di sana.
    Tapi kalau lidahku biasanya akan terima2 aja, gak tahu lagi kalau suamiku yang selalu protes kalau ikan yang dijual di Jawa gak seger, beda ma ikan2 dari tempat asalnya pulau seberang wkwk.
    Kalau aku mah bomat selama ada nasi anget dan sambel pedes gaaass, asal nggak keterlaluan aja amis ikannya 😀
    Itu menu makanannya bisa buat sharing kan ya?
    Aku penasaran sama kuah asam kepala salmon kek apa? Apakah mengandung asem dari asem, tomat, atau belimbing wuluh hehe 😀
    Btw kenapa kalau makan rahang dihati2 mas? Kalau aku mah cuilin mpe krokotin aja keknya wkwk apalagi kalau sambelnya endeus 😀

  12. Ini sih lokasinya gak jauh dari rumah kakak nih, di Jatinegara. Pankapan bisa mampir.
    Kepincut juga melihat rahang tunanya yang sebesar itu.
    Terlebih itu sambalnya, wiih bisa bantu diri buat makin lahap nih makannya. Walau udah kebayang sama daku, pedasnya hehe

  13. Gorontalo adalah tempat kelahiran teman ku , tapi kalau krumh nya ga pernah nyajiin makanan gorontalo. Sering nya dikasih pempek yg enakkkkkkkk bangeut sampai aku tanya ke uminya
    Umi emng masakan gorontalo empek2 ya ?
    Aku malah diketawain kan waktu itu aku ga tahu gorontalo teh dimna gitu ya oas di cek kan sulawesi ya , atuh knapa kalau kesini disuguhi nya empek2 aja , terus umi jawab karena yg gorontalo itu suami umi kalau umi orng palembang wkwkwkkw

    Itu rahang luna gede bangeut ya, ada sambal dabu2 juga ( tau sambal dabu2 tuh di master chef )

  14. Ngelihat sambal dabu dabu dan sambal kemiri nya saja sudah bikin laper mata banget. Kebayang segarnya makan Rahang Tuna dengan kombinasi dua sambel itu.

    Salut dengan effort pengelola Olamita yang mendatangkan ikan dari laut Indonesia Timur untuk menghadirkan rasa otentik menu-menu ikan khas Gorontalo. Setidaknya bisa mengobati kerinduan kita dengan keindahan dan kenikmatan masakan-masakan Gorontalo, ya

    1. Aku belum pernah ke Gorontalo, jadi banyak nama-nama makanan yang asing dan bikin penasaran.

      Suka nih resto yang jual aneka olahan laut begini. Apalagi ikan. Kebayang nikmatnya. Walaupun nggak sesegar yang langsung dari laut ya.

      Rahang tuna saya juga belum pernah makan. Penasaran.

  15. Aku belum pernah mas Aip makan makanan khas gorontalo atau makanan khas sulawesi lain. Tapi kata salah satu teman asal Manado tuh, kebanyakan makanan khas sulawesi tuh ikan² gitu ya??

    Kalau rahang ikan, belum pernah makan. Pernah makan ikan dabu² di rumah Omaku, itu pun di masak saus asam manis. Tekstur ikannya lembuttt dan aku suka ikan dabu²..

  16. Baru aja mau geleng-geleng karena gak bisa makan ikan. eeh ternyata ada alternatifnya cumi sama udang ya, hehehe. Lumayan sih ini, saya bisa makan kedua menu itu kalau sekiranya diajakin melipir kesini.
    Memang agak syulit ya mas menyajikan ikan yang benar-benar fresh, apalagi ditangkapnya dari timur sana. Tapi dengan sistem dan teknologi pendinginan yang kian mutakhir, harusnya citarasa gak bekurang banyak lah ya.

  17. Rahangnya sebesar piring, berartikan nya itu memang besar ya…
    Terbayang yg nangkap ikannya di laut sana, ikan besar-besar dan akhirnya bisa kita nikmati dengar berbagai cita rasa
    Gak perlu ke Sulawesi sana, di ibukota juga tersedia ya…
    Btw yang dabu-dabu memang bikin penasaran. Saya kalau makan ikan pasti dengan sambal. Sedikit menghilangkan amis sih, menurut saya

  18. LGS aku cateeeet mas. . Memang sukaaa banget dengan kuliner Sulawesi ini. Makasar , Gorontalo, menado, semua enaaak. Apalagi yg ikan2an yaaaa. Krn segar dan bumbu juga sambalnya itu . Walaupun pengen bgt bisa icipin langsung darikota aslinya .ntah kapanlah bisa kesana

Tak komentar maka tak sayang. Silakan meninggalkan komentar. Mohon maaf, tidak menerima komentar dengan active link. Terima kasih sudah berkunjung

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.