Hello TemenAip! Apa Kabar? Liburan selalu menjadi momen yang paling dinanti untuk melepas penat. Namun, aktivitas traveling kita sering kali meninggalkan dampak negatif bagi alam sekitar. Kabar baiknya, Kita tidak perlu menjadi seorang aktivis lingkungan super ketat untuk bisa membantu menjaga bumi.

Ini ada 5 tips sederhana dan praktis untuk memulai sustainable tourism dari langkah kecilmu sendiri:

1. Kemas Barang dengan Prinsip “Less is More”

Tahu nggak kalau berat beban kendaraan berpengaruh langsung pada konsumsi bahan bakarnya? Semakin berat koper yang Kita bawa ke pesawat, semakin besar pula emisi karbon yang dihasilkan. Selain pakaian seperlunya, pastikan selalu membawa starter pack ramah lingkungan di tas seperti: botol minum isi ulang, tas belanja kain (totebag), dan alat makan sendiri untuk mengurangi sampah plastik.

2. Pilih Transportasi yang Lebih “Hijau”

Menurut data perbandingan emisi dari Badan Lingkungan Eropa (EEA), perjalanan menggunakan kereta api menghasilkan emisi karbon per penumpang yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan pesawat terbang atau mobil pribadi. Jika destinasi liburan tidak terlalu jauh, pertimbangkan naik kereta api, lalu gunakan transportasi umum atau berjalan kaki sesampainya di kota tujuan.

3. Jadilah Tamu Hotel yang Bijak

Saat menginap di hotel, biasakan untuk selalu mematikan AC dan lampu setiap kali melangkah keluar kamar. Selain itu, menurut kampanye efisiensi air global,  tidak perlu meminta pihak hotel untuk mengganti handuk dan sprei setiap hari jika hanya menginap untuk 2-3 hari. Cukup gantung handuk dengan rapi sebagai tanda akan digunakan kembali.

4. Dukung Kuliner Berbahan Baku Lokal (Farm-to-Table)

Wader Rawa Pening

Saat mencari tempat makan, cobalah berburu kuliner di warung lokal yang menyajikan makanan dengan bahan baku dari petani atau nelayan setempat. Menyantap makanan lokal memotong jalur distribusi pangan yang panjang, yang berarti mengurangi polusi transportasi dari pengiriman bahan makanan tersebut.

5. Jangan Mengambil Apapun Selain Foto

Prinsip klasik para pencinta alam ini sangat sederhana: ketikakamu berkunjung ke pantai, jangan pernah mengambil kerang atau terumbu karang mati untuk dibawa pulang. Begitu pula saat mendaki gunung, jangan memetik bunga langka. Biarkan keindahan alam tersebut tetap berada di tempat asalnya agar ekosistem tidak terganggu.

Catatan Penting: Riset dari salah satu ORANG juga menunjukkan bahwa 43% traveler merasa bersalah ketika mereka membuat pilihan yang tidak ramah lingkungan saat liburan. Jadi, mulailah dari satu langkah kecil yang konsisten. Jika jutaan traveler melakukan tindakan kecil yang baik bersama-sama, dampaknya akan sangat luar biasa bagi kelestarian bumi kita!

19 comments

  1. Puji Tuhan aku sendiri kalau traveling juga lebih suka naik transportasi umum daripada taksi atau sewa kendaraan. Lebih seru juga! Aku kok mau banyak flexing ya hahaha.

    Makan secukupnya dan dihabiskan, checked.
    Isi ulang botol air mineral di hotel, checked.
    Bijak menggunakan fasilitas hotel, checked.

  2. Masih jauh nih saya dari perilaku ramah lingkungan.. yang mulai konsisten paling bawa tas belanja sendiri dan bawa tumbler. itu pun karena memang minumnya mulai kek onta. harus banyak bangettt..

  3. Aku makanya paling suka kemana-mana naik Kereta nih kang Aip. Selain karena lebih go-green, kereta juga biasanya menyediakan fasilitas refill minum yang tentunya kepakeee banget. Daripada beli air mineral sekali minum ya kan. Lebih murah, lebih hijau pula.
    Setuju juga kalo baiknya kita ga ambil apapun selain foto. Juga jangan tinggalkan apapun selain kenangan.
    In other words, jangan nyampah ye geeeess

  4. Suka sekali dengan tips liburan ramah lingkungan.
    Aku jadi ikutan checklist mana yang konsisten kami lakukan dan mana yang engga.
    Kalo masalah mengambil barang, ini aku gakkan lakukan karena pada prinsipnya, aku orangnya mageran. Aku cukup sering menyimpan bon-bon makanan dan aku tempel di diary, namun engga untuk mengambil yang dari alam. Huhuhu.. ternyata ini sebuah prinsip ramah lingkungan yaah..

    Kalau mengenai naik KAI.. ini karena aku hobi naik KAI..
    Hehehe.. apalagi sekarang di tiketnya tertulis hemat karbon dengan perbandingan ketika jarak yang sama ditempuh dengan mobil atau pesawat. Ini bikin aku makin kagum sama KAI.. selain soft selling, yang tentunya bagus mengajak kita semua untuk mencintai lingkungan dengan langkah kecil ini.

  5. Kuliner lokal dan menyuarakannya di media sosial itu memang salah satu cara terbaik promosi sederhana. Meski memang akan lambat tetapi betah dan perlahan bisa bantu lokasi wisata
    Pun ramah karena gak harus banyak sampah…

  6. Traveling pake kereta api tuh seru. Cuman emg agak lama meski kalo ditotal sih hampir sama dgn perjalanan naik pesawat tuh. Wkwk.

    Eh makasih kang Aip udh ngingetin kalo ga boleh ambil barang apalagi dr alam kalo traveling, selain foto. Ntr bs diikutin makhluk halus loh sampe rumah. Wkwk. Kecuali emg beli souvenir resmi yak.

  7. Terima kasih tipsnya, Kang… Insyaallah sedikit demi sedikit mulai diterapkan. Kalau less is more dari dulu sudah diterapkan semata karena males bawa-bawa banyak hahaha…

    Yang masih sering dilakukan adalah bawa cangkang kerang kosong

  8. Jangan mengambil apapun selain foto, dan jangan meninggalkan apapun selain jejak kenangan. Jujur suka jengkel banget dengan para traveler yang melakukan vandalisme. Mungkin mereka meraa keren bisa mengukir namanya di pohon, di dinding, padahal itu sesuatu yang kurang etis banget. Belum lagi kalau suka nyampah, mereka datang lingkungan dalam kondisi bersih. Eh mereka pulang meninggalkan kotoran (sampah berserakan). Semoga semakin banyak yang aware dengan kondisi lingkungan kita yang sudah menua, sehingga tidak perlu lagi menambahi bebannya dengan hasil karya “tangan kreatif” kita.

  9. Jangan mengambil apapun selain foto. Haha.. Iya banget Mas. Kadang suka kesel liat orang-orang yang dengan sengaja metik-metik kembang, atau melakukan hal yang merusak ekosistem dengan sengaja. Ntah mereka nggak paham atau udah tau tapi tetep sengaja. Heu..

  10. Tipsnya kelihatan sederhana tapi bisa saja pelaksanaannya tidak se-sederhana itu, apalagi kalau yang kurang bersahabat dengan perjalanan huhu. Makanya artikel seperti ini perlu memang diketahui buat yang akan bepergian, bahwa bisa loh jadi traveler yang peduli dengan lingkungan, ga mubazir alias ga berlebihan

  11. Kalau traveling kemana² paling suka bawa tumbler sama sabun cuci piring sendiri mas aip. Kemasan sabun cuci piring biasanya kutaruh di botol kecil bekas wadah sabun hotel buat tamu itu dan pakai sabut kelapa. hehehe..

    Paling suka point terakhir, nggak ngambil apapun selain foto. Dan itu sampai sekarang jadi prinsip penting kemana-mana.

  12. Wah iya nih udah waktunya liburan sekolaaahhh hehe.
    Waktunya berpuyeng2 ria mikirin mau ngajakin bocah liburan ke mana agar tidak bosan 😀
    Jadi keinget zaman dulu kalau bepergian bawa banyak baju, tapi makin tinggijam terbang jadi tahu apa aja yang perlu dibawa. Baju nggak perlu banyak2, walau kalau dipoto bajunya itu2 aja wkwkk zaman sosmed gitu lho 😛
    Setuju banget kalau liburan ke suatu tempat selalu nyari kulineran aslinya apa. Mendukung UMKM lokal plus jadi nyicipin kuliner daerah.
    Nah yaa, kalau ke tempat wisata banyakin foto video aja, jangan ambil yg aneh2. Risikonya nggak cuma ngrusak lingkungan, takutnya malah ketempelan penghuni aslinya xixi 😛

  13. Paling sebel sama pelancong yang suka buang sampah sembarangan
    Sering saya temukan rombongan dari luar daerah yg main ke Curug Citambur, atau Rumah Abah Jajang yg viral itu, pada buang sampah sembarangan. Gak mikir walaupun kami tinggal di kampung, mereka datangi buat diambil dan dirasakan keindahannya tapi mereka sendiri yang bikin rusak dengan sampah yang mereka bawa

  14. Prinsip yang selalu kubawa saat traveling: jangan mengambil apapun, kecuali foto sama jangan meninggalkan apapun, kecuali jejak langkah.

    Dengan begitu, aku berusaha nggak mengambil tanaman atau apapun yang menarik di lokasi wisata. Pun, aku berusaha membuang sampahku dengan benar. Kalau pun nggak nemu tempat sampah ya minimal sampahnya kubawa sampai aku benar-benar ketemu tempat sampah.

    Aku kapok diomelin sahabatku gegara mau buang sampah tissue sembarangan. Padahal itu cuma tissue.

    Kata sahabatku, anggapan cuma itu yang bikin jadi banyak sampah berserakan di tempat wisata. Banyak orang menganggap cuma sampah ini doang. Lalu buang sembarangan.

    Terusnya jadinya banyak deh sampahnya. Eh malah curcol aku ya.

    Anyway, thank you tips sederhananya ya, Kak. Aku pribadi lebih suka naik kereta api kalau mau bepergian sih, Kak. Lalu di tempat tujuan ya naik angkutan umum. Kalau mau lebih nyaman sedikit, ya ada taksi online ini. Hehehe….

  15. tips yang keren Kang Aip. Dan saya jujur lebih suka naik kereta daripada mobil atau bus. Soalnya sayya mabukan. Kalau kereta perasaan jalannya lurus saja hehehe. Terus pas di tujuan wisata, kalau bisa jalan kaki saya jalan kaki saja
    terus kalau pas nginap di hotel, saya juga kalau tidur malam matiin semua lampu. Nah, ini penting nih, bagi kita semua. Jangan mengambil apapun selain foto. walau alih-alih dengan alasan buat kenang-kenangan.

  16. Paling sebel kalau lihat sampah di tempat kemah, apalagi di atas gunung. Padahal rata-rata yang naik gunung suka menggunakan embel-embel pecinta alam, tetapi alam mereka kotori. Duh, oknum yang kaya gini nih yang harus baca ulang untuk menjadi traveler ramah lingkungan, ya.
    Tapi ini jadi reminder buat saya juga. Minimal selalu bawa tumbler kemana-mana, biar ga nyampah dengan beli air minum di botol kemasan. Sederhana, tapi mudah-mudahan bisa mengurangi sampah yang ada

  17. Nah bener banget Bang Aip. Dulu (tahun 90-an dan 2000 awal) ada istilah “belum ke Bromo kalau belum metik bunga edelweiss”. Ternyata gak boleh ya metik sembarangan, apalagi kalau tanamannya langka.

    Untuk naik kereta emang lebih nyaman (karena stabil) dan alhamdulillah kalau lebih ramah lingkungan.

  18. Aku baru tau kalo ternyata kereta lebih minim polusi drpd pesawat atopun kendaraan pribadii…senang deh secara aku juga senang naik kereta mas hehe…
    Noted..tips2 nya siap dijalankan agar liburan menjadi lebih ramah lingkungan, beberapa hal sederhana yang ternyata mudah banget kita lakukan sehari2..aku juga mulai membiasakan membawa tumbler dan totebag kemanapun pergi biar gak nambah sampah

  19. Shiaappp grak, mas Aip
    Apalagi dalam.waktu dekat, anak sekolah bakal libur kenaikan kelas.
    ini menjadi friendly reminder buat para Ortu.
    agar kami juga bisa mengajarkan hal2 baik…supaya Planet Bumi makin lestari dan nyaman dihuni.

Tak komentar maka tak sayang. Silakan meninggalkan komentar. Mohon maaf, tidak menerima komentar dengan active link. Terima kasih sudah berkunjung

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses