Hello TemenAip! Apa Kabar? Indonesia tuh luas banget, pengen deh menjelajah seluruhnya. Salah satu yang pernah Saya datangi adalah Danau Sentani di Papua. Kalau mendarat di Bandara Sentani lalu mau ke Jayapura. Pasti lewat deh.

Danau Sentani berdiri sebagai ikon kebanggaan Jayapura, Papua. Terhampar seluas lebih dari 9.000 hektar di bawah kaki Pegunungan Cycloop, danau air tawar ini menawarkan bentang alam luar biasa dengan 21 pulau kecil yang tersebar di atas airnya yang tenang. Buat para pelancong yang mencari perpaduan antara keindahan alam, budaya lokal yang autentik, dan kuliner khas, Danau Sentani adalah destinasi yang menyajikan pengalaman lengkap.

Menikmati Kemolekan Danau Sentani
Perjalanan di Danau Sentani menyuguhkan lanskap perbukitan hijau yang sering dijuluki “Bukit Teletubbies”. Mengarungi danau ini pakai perahu motor lokal (perahu katinting) jadi cara terbaik buat menikmati semilir angin dan pemandangan pemukiman terapung warga lokal. Budaya masyarakat pesisir Danau Sentani menyatu banget sama air; tradisi mengukir kayu, menatah gerabah, sampai seni lukis kulit kayu (molo) terus dilestarikan secara turun-temurun oleh warga suku lokal yang ramah.

Keunikan Desa Terapung Yoboi
Di antara belasan kampung adat di kawasan Danau Sentani, Kampung Yoboi muncul sebagai primadona wisata baru yang unik banget. Kampung adat ini dibangun sepenuhnya di atas air dengan konstruksi rumah-rumah kayu yang saling terhubung oleh jembatan papan.
Yoboi berhasil menarik perhatian wisatawan berkat keasrian dan kreativitas warganya. Seluruh jalan jembatan dan dinding rumah warga dicat warna-warni secara artistik, dihiasi tanaman hias plus mural khas Papua, sampai-sampai dijuluki sebagai “Kampung Warna-Warni Yoboi”.

Selain tampilannya yang instagramable, Kampung Yoboi menawarkan daya tarik ekowisata berupa Hutan Sagu Yoboi. Kawasan ini punya puluhan varietas tanaman sagu yang tumbuh secara alami. Wisatawan bisa cobain pengalaman trekking di atas jembatan kayu menembus rimbunnya hutan sagu, ngeliat langsung proses pembuatan pati sagu secara tradisional, sampai mencicipi olahan ulat sagu yang kaya protein.
Deretan Fakta Unik Danau Sentani
Di balik lanskapnya yang megah, Danau Sentani menyimpan berbagai fakta unik yang bikin tempat ini makin istimewa:
- Habitat Spesies Langka Hiu Gergaji: Danau Sentani merupakan salah satu dari sedikit danau air tawar di dunia yang pernah jadi rumah bagi hiu gergaji air tawar (Pristis microdon). Spesies yang dipanggil warga lokal sebagai ikan ekor gergaji ini bahkan diabadikan dalam lambang Kabupaten Jayapura dan ukiran motif tradisional setempat.

- Seni Lukis Kulit Kayu Khombouw: Masyarakat suku Sentani punya tradisi melukis motif khas di atas kulit kayu pohon khombouw (Ficus albipila). Kerajinan tangan yang dikenal sebagai molo ini jadi warisan budaya bernilai seni tinggi yang cuma bisa dijumpai di kawasan ini.
- Tradisi Tarian Isosolo: Setiap gelaran Festival Danau Sentani, pengunjung bisa menyaksikan Isosolo, yaitu tarian adat spektakuler yang dibawakan oleh puluhan warga di atas perahu. Para penari memakai pakaian adat lengkap dengan hiasan bulu cenderawasih sambil menari di atas perahu yang melaju di permukaan danau.
- Gugusan 21 Pulau Eksotis: Danau ini dihiasi 21 pulau kecil yang tersebar di tengah perairan. Masing-masing pulau—seperti Pulau Asei dan Pulau Ahe—punya sejarah, tradisi, dan keunikan budayanya sendiri.
Sensasi Kuliner Ikan Mujair Khas Sentani
Main ke Danau Sentani dan Kampung Yoboi rasanya belum lengkap kalau belum manjaim lidah pakai hidangan khas setempat. Salah satu sajian utama yang wajib dicoba adalah Ikan Mujair Danau Sentani.

Ikan mujair yang ditangkap langsung dari danau ini punya cita rasa khas—dagingnya tebal, gurih, manis alami, dan gak berbau lumpur karena air danau yang masih terjaga kebersihannya. Warga lokal biasanya mengolah ikan mujair segar ini lewat dua cara populer:

- Mujair Bakar Colok-Colok: Ikan dibakar di atas bara api pakai bumbu sederhana, disajikan bareng sambal colok-colok yang pedas dan segar (irisan cabai rawit, bawang merah, tomat, dan perasan jeruk nipis).
- Mujair Kuah Kuning: Ikan dimasak pakai kuah rempah beraroma kunyit, serai, dan daun kemangi yang menyegarkan.

Hidangan ikan mujair ini paling pas disantap bareng Papeda—makanan pokok khas Papua berbahan dasar sagu yang teksturnya kenyal dan lembut—atau Keladi (talas) rebus. Menikmati sepiring mujair bakar dan papeda hangat di atas pondok terapung Kampung Yoboi, sambil menikmati pemandangan matahari terbenam yang memantul di permukaan Danau Sentani, pas banget buat menutup perjalanan.
Tips Panduan Berkunjung:
- Waktu Terbaik: Datanglah pas pagi atau sore hari biar gak kena terik matahari, sekalian berburu momen sunrise atau sunset terbaik.
- Akses Transportasi: Sewa perahu motor dari Pelabuhan Kalkote atau Dermaga Yahim buat menuju Kampung Yoboi dan keliling pulau.
- Momen Spesial: Biar bisa ngerasain kemeriahan budaya yang maksimal, atur jadwal liburan pas berlangsungnya Festival Danau Sentani (FDS).

Wah, aku baru lihat penampakan hiu gergaji
Ternyata habitatnya di Danau Sentani ya
Btw ikan mujair di sana, lebih besar dari yang ada di Jawa kayaknya
Dulu.. babe rahimahullah pernah ditugaskan di Papua.
MashaAllah.. setiap pulang dari Papua, Ibu selalu cerita banyak hal mengenai Mutiara Hitam dari Timur ini.
Semua serba nikmaatt.. hanya orang gak tau yaa.. taunya kan masih perang saudara, dll.
Dan seneng baca tulisan ka Aip mengenai Danau Sentani. Karena ini indaahh sekaliii…
Kantor babe dulu menghadap ke viewnya si danau Sentani ini.. dan ternyata banyaakk sekali rahasia alam yang bisa diambil manfaatnya oleh manusia, seperti kuliner asli Papua yang mashaAllah… nikmaaattt~~
ngomongin ikan dan lumpur aku jadi ingat dulu pernah pede banget beli ikan gurami gitu di pasar tapi ternyata pas aku masak ikannya berasa lumpur banget akhirnya kapok beli ikan gurami di pasar. hehe. kalau ikan mujair itu mirip ikan nila ya kayaknya, kak?
Danau Sentani indah sekali ya. Baru tahu kalau di sana pernah ada Hiu Gergaji. Saya baru dengar Desa Terapung Yoboi ini. Instagramable banget.
Wah,ternyata Danau Sentani memang seluar biasa itu ya Mas.. Bukan cuma pemandangannya yang cantik, tapi Desa Yoboi dan cerita di baliknya juga buat makin seru aku bacanya. Ditambah mujair khasnya, asli bikin ngiler… liat ijo ijo, biru biru, ah sudahlah definisi healing sesungguhnya ini
Mujairnya beda nih ma mujair Jawa ya haha, kek lebih endut2. Kebetulan kemarin aku masak mujair goreng juga nih sama sambelan.
Hutan sagu Yoboi, menarik juga bisa melihat pohonnya langsung, lalu melihat pengolahan sagu secara tradisional.
Danau Sentani dulu aku mendengarnya pas pelajaran Geografi.
Ternyata bukan sekadar danau tetap menyimpan beragam makhluk hidup, kekayaan alam Indonesia.
Ternyata banyak sekali menu dari bahan ikan mujair yang bisa kita nikmati di sana. Entah kapan ya bisa ke sana, secara biaya pesawat makin tinggi huhu.
Waah seru banget baca tentang Danau Sentani ini, apalagi bagian Kampung Yoboi yang ternyata bukan cuma cantik dan warna-warni, tapi juga punya hutan sagu dan budaya lokal yang menarik untuk dieksplor!
Aku belum pernah main sampai Papua nih, jadi dibikin makin penasaran buat lihat langsung view Danau Sentani dan kampung-kampung di sekitarnya. Jujurly, bagian yang paling bikin aku tertarik justru kulinernya, terutama mujair bakar colok-colok dan mujair kuah kuning yang disantap dengan papeda. Wihh mupeng! Kebayang makan di pondok terapung sambil lihat sunset di danau, pasti jadi pengalaman yang susah dilupakan. Semoga suatu hari bisa punya kesempatan menjelajah Papua juga!
Alam papua ini memang banyak menyimpan keindahan ya, kak. Trus baru tahu juga di danau Sentani ada hiu gergaji itu kira-kira aman nggak sih kalau berenang di situ jadinya?
Sedaap sekali Mas Aip….traveling ke Danau Sentani…makan ikan mujair di perahu terapung menikmati pemandangan danau yang indah.
Saya pas lihat foto ikan hiu gergaji eeh ternyata beneraaan yaaaa itu ada gergajinyaaa….mirip sangat mirip dengan gergaji. Masya Allah…perjalanan yang menyenangkan.
Pesona Desa Yoboi yang warna-warni itu menarik banget ya, kelihatannya sangat estetik tapi tetap kental dengan nuansa lokal dan budaya setempat. Benar-benar destinasi wisata yang memanjakan mata nih kang Aip.
Selain pemandangan alamnya yang indah, bagian tentang kelezatan ikan mujairnya sukses bikin aku ngiler tau, kanv.
Makan olahan ikan segar hasil tangkapan lokal sambil menikmati embusan angin dan view danau pasti rasanya nikmat luar biasa nih.
Fakta-fakta unik yang kangAip bagikan di sini juga nambah wawasan baru buat aku yang kebetulan belum pernah menginjakkan kaki ke sono.
Aneka olahan mujair yang tampak begitu lezat, ini sih beneran bikin lidah dan perut bahagia sekali yaaa.
Beneran menawan dan indah rupawan Danau Sentani di Papua. Salah satu destinasi yang kepingin aku jelajah, dan berharap semoga keindahan nya tetap terjaga. Beneran banyak yang memikat hati dan jiwa yaa, bakalan betah explore lama di sana deh.
Aku tuh belum pernah sampai ke Danau Sentani, Mas Aip.
Baca tulisan ini jadi makin penisirin sama suasananya, apalagi Kampung Yoboi yang warna-warni dan dibangun di atas air itu kelihatannya menarik banget. Kebayang jalan menyusuri jembatan kayu sambil melihat rumah-rumah warga dan hijaunya hutan sagu. Tapi yang paling bikin aku berhenti di bagian ikan mujairnya, hueehhehe.
Mujair bakar dengan sambal colok-colok dan dimakan bareng papeda di pondok terapung sambil menikmati sunset kayaknya benar-benar pengalaman yang nggak terlupakan. Rasanya lihat sekelilingnya menarik kalau bisa nge-camp di sana. huhehehehe.. 😀
Indonesia itu bener-bener kaya dari ujung ke ujung, ya, mulai dari alam, budaya, sampai kuliner nya. So proud of it.
Tapi sebagai orang Indonesia saya pun belum tahu mendetail semuanya tentang ‘kekayaan’ Indonesia ini, makanya seneng banget ada tulisan seperti dari kang Aif ini yang berbagi keindahan Indonesia timur sampai keunikan budaya dan kenikmatan kulinernya.
Kalau sekarang baru bisa baca keindahan danau Sentani, mudah-mudahan suatu saat bisa menginjakan kaki langsung di bumi Papua dan menjelajah keindahannya, termasuk kenikmatan olahan ikan mujaer nya
Aku kalau lihat ikan dibakar terus dikasih sambal, apalagi yang sambalnya colok-colok begitu, selalu ingat waktu di Tidore, pas main ke pulau. Momen paling berkesan tuh ketika makan ikan segar yang baru diambil dari laut, dibakar langsung di pantai pulaunya, lalu dimakan bareng dengan nasi yang terbatas. Tapi entah kenapa, rasanya nikmat banget!
Btw, aku baru tahu soal hiu gergaji ini. Berarti spesies langka ini hidupnya di air tawar seperti sungai atau danau, ya?
Jadi makin pengin suatu saat ke Papua. Biar bisa lihat langsung yang indah-indah di sana, kayak Arief. Selama ini cuma kebagian cerita dari suami yang sudah bolak-balik ke Papua.
Indaaahh banget Mas Aip, surreal gitu yaaa.
ku belum pernah ke Papua nih, mupeng banget buat merasakan langsung pesona danau sentani serta desa warna/i yoboi.
Aduh, mujaernya tu tempting bangeeettt
di Surabaya mana ada mujaer yang gendut gitu.
pada ceking2 mujaer di mari, stunting kena polusi air kayaknya
penasaran sama Kampung Warna Warni, bagus sekali ya 😀
dari cerita Kang Aip, saya langsung mupeng pengin ke danaua Sentani, Kang, Dari fotonya saja, keindahannnya sudah luar biasa. Apalagi kalau dilihat langsung ya, Terus sekitarnya juga sangat mendukung. terutama Kampung Yoboi, kampung terapung yang Instanable. Kalau beruntung bisa lihat hiu gergaji lagi. Terus ngiler dengan ikan mujairnya.
Please, berharap banget agar kekayaan Nusantara seperti danau Sentani plus juga ikan hiu gergaji tetap bisa dijaga dengan baik. Soalnya melihat kondisi sekarang yang ga asik banget, khususnya soal hutan dan desa Sade pengen nangis jadinya.
Tradisi tarian isosolo nya ini yang keren menurutku. Menari di atas perahu yang sedang melaju jelas bukan hal yang mudah. Harus jaga keseimbangan. Biar nggak oleh.
Tapi, gimana caranya menjaga keseimbangan sambil menari coba?
Selain itu, itu mujairnya bikin ngiler banget, kakak. Aku pingin banget ngicipin mujair bakar colok-coloknya, euy.
Aku td baru mau nanya, kenapa hiu nya di Darat, populasinya masih terjaga atau ga, eh baca komen mas aip, udah punah . Padahal unik bangettttt. Baru tau loh mas ada hiu gergaji. Dengan bentuk mulut seperti itu. Penasaran hiu ini ada di mana lagi. Berharap masih ada di danau air tawar lainnya.
Trus liat sajian ikannya pake sambal colok, omg, sumpah pengeeen bangetttt . Aduuuuuh aku JD pengen ke sentani…. Kuliner Papua ini udah lama bikin penasaran. Apalagi pas papa msh kerja di oil company sana, pernah bawa kepiting yg extra jumbo , itu uenaaaak bgt . Jadi aku yakin seafood lainnya pun enak. Krn seger.
Sayang sekali ya, hiu Gergaji-nya punah. Mudah2an entah kapan, ada pihak-pihak berkepentingan yang mengusahakan hadirnya kembali spesies unik ini.
Pasti akan jadi magnet kunjungan yg sangat kuat.
Afirmasi positif dulu ah.
Dulu pengen banget punya anak, kalo laki-laki namanya Sentani, kalo perempuan Rinjani wkwkw tapi ga kesampaian. Tapi jujur baru tahu ternyata Danau Sentani punya banyak hal menarik selain pemandangannya. Kampung Yoboi yang dibangun di atas air itu menarik banget mas…Apalagi ada Hutan Sagu Yoboi yang bisa dijelajahi sambil liat proses pembuatan pati sagu secara tradisional. Suka banget gaya traveling yang mindful dan penuh cerita gini. Apalagi sampe bisa mengenal lebih dekat kehidupan dan budaya masyarakat setempat. Tapi agak kaget yang fakta tentang hiu gergaji air tawar. Saya sama sekali baru tahu soal ini. Sama cerita tentang tarian Isosolo nya… waaaah fix tulisan ini bakal saya save, semoga suatu saat saya bisa ke Danau Sentani juga. Aamiin.
Kekuasaan Maha Pencipta ya, di danau air tawar saja bisa hidup sejenis ikan hiu.
Pantas kalau Danau Sentani ini dinobatkan sebagai habitat spesies langka Hiu Gergaji.
Baru tau saya juga kalau Danau Sentani ini salah satu dari sedikit danau air tawar di dunia yang pernah jadi rumah bagi hiu gergaji air tawar (Pristis microdon).
Warga Sentani harus bangga ya, masyarakat Papua juga
Gak heran kalau spesies yang dipanggil orang Sentani dengan sebutan ikan ekor gergaji ini diabadikan dalam lambang Kabupaten Jayapura
Btw ikan mujair nya emang gede gede ya itu. Udah seperti gurame aja. Dibakar saya paling suka tuh
Apalagi sambalnya colok colok hihi, kalau di Sunda colok colok kan artinya tusuk tusuk
Haha, iyain aja ya…
Sayangnya hiunya udah punah